
Manado, BeritaManado.com – Nelayan sebagai salah salah satu profesi masyarakat pesisir pantai memiliki cerita kehidupan tersendiri.
Profesi ini boleh dikata bergantung pada kemujuran.
Pasalnya ikan yang diburu berada di bawah permukaan laut itu tak kelihatan kasat mata dan juga tidak diketahui umpan apa yang disukainya.
Ini menyebabkan penghasilan nelayan boleh dikata tidak menentu setiap turun melaut.
Hal ini seperti diungkapkan oleh Carlito Antiola (44), nelayan tradisional yang tinggal di pesisir pantai Malalayang Dua.
“Saya dapat menghidupi isteri dan anak hanya dari hasil nelayan,” kata Carlito Antiola kepada BeritaManado.com, Senin (28/3/2022) sore.
Carlito yang akrab disapa Tata, mengakui ia selalu berusaha mencukupi kebutuhan keluarga meski terkadang harus menghadapi bahaya.
“Terkadang kita harus menghadapi hujan deras, angin kencang bahkan ombak tinggi di saat malam hari,” ungkap Tata yang setiap hari melaut di seputaran Teluk Manado.
Tetapi suasana mencekam itu, kata Tata, sudah menjadi teman baginya.

“Bukan nelayan namanya kalau takut,” ujar Tata sambil mempersiapkan peralatan nelayannya untuk turun melaut.
Soal hasil tangkapan, jelas Tata, hingga hari ini masih mencukupi.
“Memang tidak setiap hari, terkadang banyak, terkadang sedikit bahkan bisa saja pulang kosong,” tuturnya.
Menurutnya, saat ini ia lebih fokus menangkap ikan kecil ketimbang yang besar seperti Tuna yang butuh modal besar untuk beli BBM karena lokasi mancingnya jauh.
Ia merinci sekali melaut untuk mancing Tuna dibutuhkan 15-20 liter sedangkan ikan kecil paling banyak hanya 3 liter BBM.
“Kalau Tuna musiman bahkan terkadang seminggu sekali baru dapat 1 ekor bisa juga pulang kosong, jadi biar kecil-kecil saja tapi dapat saya sudah bersyukur,” ucapnya sambil memeriksa mesin katinting dalam perahunya.
Dalam kesempatan, Tata menunjukkan peralatan nelayan yang ia gunakan setiap turun menangkap ikan.
Satu persatu alat pancing berupa benang/senar pancing, mata kail, umpan hingga pukat/jaring dirapikannya dengan telaten.
“Semoga hari ini hasilnya banyak,” tandas Tata dengan senyum penuh harapan.
