BITUNG — Tiga siswa SMP Negeri Negeri 1 kota Bitung, menyisir jalan di perempatan Girian disaat aktifitas di wilayah tersebut sedang sibuk. Ketiga siswa ini sendiri bukan bermasud mencari atau ingin membeli kebutuhan sekolah, namun menawarkan koran kepada warga yang melakukan aktifitas.
“Koran…koran…beli koran om,” ujar salah satu siswa yang masih mengenakan atribut lengkap SMP Negeri 1 Bitung.
Sepintas melihat aksi ketiga siswa tersebut timbul keharuan dan prihatin.
Karena, dengan masih menggunakan seragam sekolah plus atribut sekolah mereka terlihat mandiri dengan jalan melakukan usaha berjualan koran.
Namun ketika ditanya, siapa yang menyuruh mereka melakoni pekerjaan tersebut, kita akan terperangah dengan jawaban polos mereka.
“Kami disuruh pihak sekolah untuk menjual koran,” ujar salah satu siswa dengan nada polos.
Menurut mereka, ketika akan meninggalkan lokasi sekolah, pihak sekolah
membagi-bagikan koran dan harus membayar Rp4000 per koran. Namun mereka hanya menjual Rp2000 kepada masyarakat tanpa alasan yang jelas.
Aksi ketiga siswa ini langsung mendapat respon dari Kepala Sekolah SMP Negeri 1 kota Bitung, Elva Emma Runtupalit. Dimana Runtupalit, aksi tersebut telah membuat malu pihak sekolah karena jelas pihaknya tidak pernah menginstruksikan untuk menjual koran yang dibagi-bagikan kepada siswa.
“Memang di salah satu media cetak ada pemberitaan tentang program SMP Negeri 1 kota Bitung dengan tujuan publikasi. Tapi koran itu kita bagikan dengan harapan orang tua siswa dapat membeli, bukan untuk dijual kembali,” kata Runtupalit.
Menurut Runtupalit, koran tersebut sebenarnya akan mereka bagi-bagikan ke tiap orang tua siswa yang kebetulan pagi itu melakukan pertemuan di sekolah. Namun rupanya, suplai koran tersebut terlambat diantar sehingga pihak sekolah berinisiatif untuk membagi-bagikan ke tiap siswa sebelum pulang.
“Tiap kelas mendapat 20 eksemplar, sedangkan tiap kelas isi 30 siswa. Jadi kita hanya memberikan bagi siswa yang mampu, itupun ada yang belum membayar dengan alasan belum membawa uang dan nanti dibayar keesokan harinya,” jelas Runtupalit seraya kembali menegaskan jika pihaknya tidak pernah menginstruksikan untuk menjual kembali koran tersebut. (en)
