MANADO – Komitmen Gubernur Sulut DR. S. H. Sarundajang untuk terus bekerja demi Sulut memang telah teruji. Buktinya, meskipun masih dalam kondisi agak lelah setelah melakukan perjalanan pulang dari Moskow Rusia, Sarundajang tetap menyediakan waktu khusus untuk menjamu makan malam para peserta Asean Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR) Preparatory Council dan peserta Seminar Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) yang sejak hari Kamis lalu melaksanakan kegiatan di Sulut.
Kurang lebih 5o peserta APTERR dan seminar PATPI larut dalam suasana keakraban sambil menikmati kesenian daerah sulut. Mr Suriyan dari sekretariat APTERR Minggu, (18/9), dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pemerntah Sulut khususnya gubernur atas penerimaan yang sangat bersahabat dan istimewa oleh Pemprov Sulut terhadap semua peserta.
Menurutnya, pilihan kepada Sulut sebagai tuan rumah adalah pilihan yang cerdas karena apa yang dilakukan Pemprov Sulut dalam rangka menjaga ketahanan pangan serta kondisi alam Sulut sangat memberikan inspirasi bagi peserta pertemuan dan seminar ketahanan pangan ini.
Gubernur yang menyampaikan sambutan dalam bahasa Inggris mengatakan bahwa ketahanan pangan dunia menjadi hal yang sangat penting untuk diupayakan. Gubernur mengingatkan saat ini dunia sedang diperhadapkan dengan krisis pangan yang kalau tidak dicarikan solusi akan berakibat pada krisis yang lebih serius.
“Dalam mengatasi persoalan ini sangat dibutuhkan kolaborasi antar negara di dunia karena persoalan ini adalah masalah global,” tutur SHS. Gubernur merasa yakin pertemuan ini telah menghasilkan rekomendasi untuk pembahasan pada forum yang lebih tinggi dan menjadi rujukan negara-negara Asean untuk memperkuat ketahanan pangan.
Pada kesempatan itu juga diserahkan rekomendasi hasil seminar PATPI oleh wakil ketua PATPI, Prof. Dr. Ir. Rindit Pambayun, MP kepada Sarundajang. (jrp)
