Nasional

Proyek PLTA Batang Toru Kembali Telan Korban Jiwa, 16 Orang Tewas dalam 2 Tahun

Jakarta, BeritaManado.com – Musibah longsor kembali terjadi di area pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut).

Minggu (21/8/2022), seorang tenaga kerja asing asal China tewas akibat tertimpa runtuhan batu di dalam terowongan proyek.

Sejak awal rencana pembangunan PLTA Batang Toru telah menuai kecaman dari berbagai organisasi lingkungan, karena lokasinya berada di wilayah habitat orangutan dan terletak di garis patahan gempa.

ADVERTISEMENT

Dalam kurun dua tahun terakhir, proyek pembangunan PLTA Batang Toru telah menelan korban sekitar 16 jiwa.

Direktur Eksekutif Satya Bumi, Annisa Rahmawati menyatakan rentetan peristiwa yang terjadi di area proyek pembangunan PLTA Batang Toru perlu ditindaklanjuti, pasalnya wilayah ini sudah bermasalah dari aspek dampak lingkungan.

“Ini momentum bagi pemerintah untuk meninjau ulang proyek PLTA agar tidak memicu bencana bagi masyarakat sekitar dan kerusakan hutan yang menjadi habitat spesies orangutan Tapanuli,” ujar Annisa Rahmawati.

Ia melanjutkan, apabila ditemukan pelanggaran, penegak hukum perlu mengungkapkan hasil temuannya kepada publik secara transparan dan menindak tegas demi keadilan kemanusiaan dan lingkungan.

Proyek PLTA Batang Toru telah dibeli oleh State Development and Investment Corporation (SDIC) China senilai 277 juta dollar AS, setelah Bank Cina mengundurkan diri dari pendanaannya pada tahun 2019 karena komitmen mereka untuk perlindungan lingkungan dan pembiayaan hijau.

Akhir tahun ini, China akan menjadi tuan rumah Convention on Biological Diversity, hal ini seharusnya menjadi perhatian utama bagi negara tersebut untuk membuktikan komitmennya terhadap keberlangsungan keanekaragaman hayati dan dampak investasinya di Indonesia.

Sebelumnya, peristiwa longsor yang menyebabkan seorang tenaga kerja asing asal China tewas terjadi pada Minggu (21/8/2022) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Sipirok Iptu Penggar Siboro mengatakan, saat itu korban bersama tim bekerja memasang titik Tenol di dalam terowongan Adit 1 PLTA Batang Toru tepatnya di Desa Luat Lombang, Sopirok.

“Sekitar pukul 09.00 WIB karyawan melaporkan bahwa korban tertimpa timbunan batu dalam terowongan itu,” katanya, dilansir dari Suara.com, jaringan BeritaManado.com.

Tim medis datang melakukan pertolongan.

Korban kemudian dibawa ke rumah sakit namun saat dalam perjalanan nyawa korban tak tertolong.

“Korban mengalami luka memar dan lecet pada bagian tubuh (hidung, kaki, dan tangan),” tutup Siboro.

(Finda Muhtar)