
Teriakan salam perjuangan “Merdeka” di dalam gereja saat peresmian Gedung Gereja KGPM Sidang Sejahtera di Jakarta Pusat menarik perhatian publik dan sempat membuat Pramono Anung terkejut. KGPM menegaskan salam tersebut merupakan tradisi perjuangan yang diwariskan para pendahulu gereja dan bagian dari semangat nasionalisme serta sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Suasana berbeda mewarnai peresmian Gedung Gereja KGPM Sidang Sejahtera di Jakarta Pusat ketika terdengar teriakan salam perjuangan “Merdeka” di dalam gereja. Momen tersebut sempat menarik perhatian Pramono Anung yang hadir dalam acara tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua BPS KGPM Sidang Sejahtera Jakarta Pusat, Pnt Donny Yahya, memberikan kepada BeritaManado.com.
Ia menegaskan bahwa salam “Merdeka” bukan terkait latar belakang politik tamu yang hadir, termasuk Pramono Anung maupun Olly Dondokambey.
Menurut Donny, salam tersebut merupakan bagian dari tradisi perjuangan KGPM yang diwariskan para pendahulu gereja.
“Oh tidak, Salam Merdeka sudah digaungkan oleh para pendahulu kami, karena mereka adalah pejuang yang punya andil memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” jelasnya.
Ia mengatakan, tidak dapat disangkal bahwa KGPM dan PDI Perjuangan memiliki kesamaan semangat perjuangan.
KGPM menyebut dirinya sebagai gereja perjuangan, sementara PDI Perjuangan juga menggunakan semangat yang serupa.
Donny menjelaskan, KGPM memiliki nilai dasar reformis, Pancasilais, mengemban Ampera, serta membela Ibu Pertiwi.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, juga tercermin dalam lirik Mars KGPM yang dinyanyikan dalam acara peresmian.
Ia juga menyebut sejumlah kader KGPM yang menyalurkan aspirasi politik melalui PDI Perjuangan, seperti SHS, Vanda Sarundajang, Boy Tumiwa, hingga Markus Wauran sejak masa awal partai.

Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946
Selain itu, peresmian Gedung Gereja KGPM Sidang Sejahtera pada 14 Februari 2026 disebut sengaja dipilih untuk memperingati Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 yang kini genap 80 tahun.
Donny Yahya menegaskan bahwa semangat perjuangan KGPM tidak lepas dari warisan para tokoh pendahulu gereja yang memiliki peran penting dalam sejarah bangsa.
Ia menyebut sejumlah tokoh seperti Sam Ratulangi, A. A. Maramis, B. W. Lapian, Ch. Taulu hingga Dr. Roland Tumbelaka yang dikenal sebagai tokoh perjuangan serta memiliki keterkaitan dengan sejarah dan nilai-nilai perjuangan KGPM.
Menurutnya, semangat kebangsaan, nasionalisme, dan perjuangan kemerdekaan yang diwariskan para tokoh tersebut menjadi bagian dari identitas KGPM sebagai gereja perjuangan yang reformis dan Pancasilais.
Dalam sejarah perkembangan KGPM (Kerapatan Gereja Protestan Minahasa), gereja ini dikenal lahir dari semangat kemandirian jemaat serta gerakan nasionalisme Kristen di Minahasa.
Selain tokoh yang disebutkan, perkembangan KGPM juga dipengaruhi oleh tokoh-tokoh gerejawi dan pemimpin jemaat lokal Minahasa yang mendorong kemandirian gereja serta semangat kebangsaan pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.
(rds)
