
Manado, BeritaManado.com – Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara berhasil mewujudkan visi pemerintahan periode 2016-20121 yaitu Terwujudnya Sulawesi Utara Yang Berdikari Dalam Ekonomi, Berdaulat Dalam Politik Serta Berkepribadian dalam Budaya.
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir terjadi perubahan besar di Sulawesi Utara.
Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw berhasil membawa Pemerintah Provinsi Sulut dalam meraih pencapaian di berbagai bidang.

Visi ini dijabarkan melalui tujuh misi, yaitu:
- Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian dan sumberdaya kemaritiman, serta mendorong sektor industri dan jasa;
- Memantapkan pembangunan sumberdaya manusia yang berkepribadian dan berdaya saing;
- Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai destinasi investasi dan pariwisata yang berdaya saing;
- Mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang tinggi, maju dan mandiri;
- Memantapkan pembangunan insfrastuktur berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan;
- Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan timur;
- Mewujudkan Sulawesi Utara yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik.
Dalam kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK), semuanya bergerak cepat berpacu untuk menuntaskan program kegiatan yang terencana dalam visi, misi dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Banyak hal yang sudah tercatat selesai dan sukses bahkan ada yang menjadi percontohan dari daerah lain dan dimana pada tahun 2019 secara menyeluruh, banyak keberhasilan yang ditorehkan, terutama pembangunan fisik, SDM juga termasuk iven-iven, dan penghargaan.
Tetapi walaupun demikian toh Olly Dondokambey dan Steven Kandouw secara terus menerus tetap berbenah.
Hingga tahun 2020, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw telah melaksanakan program kegiatan di semua lini sehingga sangat membanggakan karena ini adalah soal kepercayaan bukan hanya membawa Sulut semakin dikenal dan lebih disegani, tetapi juga dapat mendukung perekonomian dan investor untuk berinvestasi.

Menghadapi pandemi Covid-19, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw dan jajaran nampak tetap solid dalam setiap kebijakan mengangkat harkat dan martabat Sulawesi Utara termasuk kebijakan untuk memperkuat aparatur ASN, dan THL yang lebih pada pengembangan potensi diri dan profesionalisme menjadikan Sulut kerja hebat dan dengan kerja, kerja, kerja.
Pemerintahan Pemprov Sulut di bawah kepemimpinan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw tetap komit untuk kolaborasi, sinergitas dan penyatuan pemikiran yang melibatkan semua elemen sehingga bisa dinikmati bersama baik Infrastruktur, kepariwisataan, pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan, industri , perdagangan, maupun Investasi dan lainnya.
Salut kepada Olly Dondokambey dan Steven Kandouw yang mau mendengar keluhan dan keinginan masyarakat yang akhirnya boleh tersampaikan.
Pemprov Sulut, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw dalam hal ini, tidak hanya memberi ikan, tetapi juga memberi kail dan hasilnya dapat dinikmati.
Capaian yang paling signifikan adalah penurunan angka kemiskinan melalui program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).

Sebelum itu, kemiskinan di Sulut berada pada angka 8,98 persen.
Sampai akhir tahun 2019, berhasil menurunkan 1 digit angka kemiskinan mencapai 7,51 persen.
Penurunan angka kemiskinan telah menjadikan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan mendulang sukses, bahkan telah menerima penghargaan Top 99 Inovasi Pemerintah Daerah serta Penghargaan Adhi Purna Prima Award, sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah se-pulau Sulawesi.
Masyarakat juga patut berbangga karena buah dari upaya mengendalikan inflasi dan gejolak harga di daerah, telah turut menjadikan Sulut sebagai salah satu provinsi terbaik di Indonesia dalam hal pengendalian inflasi daerah. Secara year on year, inflasi di Sulawesi Utara pada akhir tahun 2019, masih terkendali dan sesuai dengan target provinsi dan nasional, yakni 3 persen.
Kemudian, Gubernur Olly dan Wagub Steven juga mampu meningkatkan dan mempertahankan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah ini.
Dari angka 71,05 di tahun 2016 menjadi 72,20 pada tahun 2019.
Bahkan Nilai Tukar Petani (NTP) terus mengalami peningkatan.
Terlebih Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang di atas 100 persen.
Selain itu, progres pembangunan sektor pariwisata Sulut juga patut bersyukur karena terus menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Sarana dan prasarana pendukung di sektor pariwisata harus terus dibenahi, terlebih pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang yang telah ditetapkan sebagai salah 1 dari 5 destinasi super prioritas di Indonesia.
Sangat dibutuhkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat agar pembangunan di Sulawesi Utara terus berjalan optimal.
Gubernur dan Wagub dalam setiap kesempatan selalu mengajak segenap komponen masyarakat untuk terus bersinergi, melahirkan inovasi-inovasi konstruktif, menghasilkan terobosan-terobosan dan lompatan-lompatan strategis untuk memacu berbagai sektor pencapaian yang ada, dan membawa Sulut semakin hebat lagi.
(***/Finda Muhtar)
