
Olly Dondokambey saat memimpin sidang dalam rangka Pembukaan Konas XIX FK-PKB PGI di Papua
Penulis: Frangki Wullur | Papua
Konsultasi Nasional (KONAS) XIX Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (FK-PKB PGI) memasuki hari kedua pelaksanaan di Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Rabu (9/9/2026).
Memasuki agenda persidangan, Ketua Umum FK-PKB PGI, Prof. Dr. (HC) Olly Dondokambey, hadir dan mengawal langsung jalannya rangkaian kegiatan nasional yang mempertemukan pria kaum bapak dari berbagai sinode di Indonesia.
KONAS XIX berlangsung 8–12 September 2026 dan dipusatkan di kawasan Gereja Jemaat GKI Alfa Omega Waisai. Forum nasional tersebut mengusung tema “Bapa yang Berakar, Keluarga yang Berbuah”, dengan subtema “Pria Kaum Bapa sebagai Terang di Tengah Keluarga dan Bangsa.”
Olly Dondokambey Kawal Langsung Persidangan
Kehadiran Olly Dondokambey menjadi bagian penting dalam pelaksanaan KONAS XIX. Sebagai Ketua Umum FK-PKB PGI, Olly tidak hanya hadir dalam seremoni pembukaan, tetapi juga mendorong agar forum nasional tersebut menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam pelayanan pria kaum bapak di berbagai wilayah.
Dalam sambutannya pada pembukaan, Olly menekankan bahwa pria kaum bapak dipanggil untuk menjadi teladan di tengah keluarga sekaligus mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan kehidupan bangsa.
Olly juga mendorong agar hasil KONAS tidak berhenti sebagai rumusan organisasi, tetapi dapat diterjemahkan ke dalam program dan komitmen pelayanan yang nyata.
“Harapan kami, dari Konas XIX di Tanah Para Raja-Raja ini lahir teladan yang baik sehingga para bapak dapat menjalankan perannya sebagai imam dan pemimpin dalam keluarga masing-masing,” ujar Olly.
Sebelumnya, Olly juga telah menunjukkan komitmennya terhadap pelaksanaan KONAS XIX sejak tahap awal. Pada Januari 2026, ia secara langsung menyerahkan SK Panitia Pelaksana KONAS XIX kepada Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam yang kemudian dipercaya sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana.
Dalam kesempatan tersebut, Olly menegaskan bahwa KONAS tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi harus memberikan dampak bagi gereja, masyarakat dan pembangunan daerah.
Persidangan Bahas Arah Pelayanan FK-PKB PGI
Memasuki hari kedua, agenda KONAS mulai diarahkan pada pembahasan substantif melalui persidangan. Forum ini menjadi ruang bagi peserta dari berbagai sinode untuk menyampaikan pandangan, mengevaluasi pelayanan serta membahas arah pengembangan pelayanan FK-PKB PGI ke depan.
Sebelumnya, panitia menyampaikan bahwa agenda KONAS mencakup evaluasi pelayanan dan penguatan jejaring FK-PKB PGI, peningkatan kapasitas kaum bapak, ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta berbagai persoalan sosial dan lingkungan.
Dengan demikian, persidangan menjadi salah satu bagian strategis untuk memastikan berbagai gagasan yang muncul selama KONAS dapat dirumuskan menjadi rekomendasi bersama.
Dari Raja Ampat untuk Pelayanan Nasional
KONAS XIX tidak hanya menjadi forum internal organisasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persekutuan pria kaum bapak dari berbagai gereja di Indonesia.
Ketua Umum Panitia KONAS XIX, Orideko Iriano Burdam, sebelumnya menyampaikan bahwa forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman, pergumulan dan gagasan dalam menjawab tantangan keluarga serta kehidupan sosial.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat sejak awal memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KONAS XIX. Persiapan kegiatan telah dilakukan sejak Februari 2026 melalui koordinasi antara panitia, panitia transit di Sorong dan Dewan FK-PKB PGI.
Panitia juga sebelumnya memperkirakan peserta yang hadir berasal dari sekitar 70 sinode, dengan jumlah peserta yang diproyeksikan mencapai ratusan orang dan berpotensi hingga 750 peserta.
Dari Raja Ampat, KONAS XIX diharapkan melahirkan rekomendasi dan komitmen baru yang memperkuat peran pria kaum bapak sebagai imam dalam keluarga, pelayan di gereja, sekaligus bagian dari solusi bagi persoalan masyarakat dan bangsa.
Peran Olly Dondokambey sebagai Ketua Umum FK-PKB PGI menjadi salah satu faktor penting dalam mengawal forum tersebut agar tidak berhenti pada pertemuan organisasi, tetapi menghasilkan gagasan strategis yang dapat diterapkan dalam pelayanan di berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua Komisi PKB Pucuk Pimpinan KGPM Pnt. Stefen Supit, kepada BeritaManado.com, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan Konas XIX di Papua, memang memiliki agenda tersebut internal.
Namun demikian, Stefen Supit mengatakan bahwa gereja juga tidak menutup mata akan sejumlah persoalan bangsa yang sedang terjadi.
“”Di akhir kegiatan nanti sebagaimana pada agenda-agenda sebelumnya, kegiatan ini akan menghasilkan pokok-pokok pikiran. Hal itu akan menjadi sebuah rekomendasi dan diharapkan bisa menjadi solusi untuk menyikapi pergumulan bangsa,” harapnya.
