BITUNG — Diduga kerena minimnya pengetahuan tentang hidup di alam bebas, seorang pemuda Madidir, Machael Palandeng (16) ditemukan tewas akibat terjatuh ke jurang di hutan Danowudu Kecamatan Ranowulu.
Informasi kejadiannya ketika Machael dan kelima rekannya, Rabu (6/7) malam melakukan hiking di hutan tersebut dan akan mengabadikan gambar perjalanan mereka. Disaat akan mengambil gambar ini, diduga korban tergelincir dan jatuh ke jurang yang diperkirakan sedalam 15 meter di kawasan air terjun Tunan di Kelurahan Danowulu, Kecamatan
Ranowulu, Bitung.
“Dari pengakuan rekan-rekan korban, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.15 Wita. Namun kami sendiri baru mendapat informasi pukul 18.00 Wita,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Kota Bitung, Jopy Sarante, Jumat (8/7) tadi.
Pihak Sarante langsung menurunkan 15 personil Badan Penangulangan Bencana Alam untuk melakukan evakuasi korban. Namun karena peralatan evakuasi terbatas, proses evakuasi sulit dilakukan mengingat lokasi korban yang ada dalam jurang.
“Alat untuk melakukan evakuasi sangat terbatas, sehingga kami meminta bantuan Basarnas Manado yang memiliki perlengkapan lengkap,” jelas Sarante.
Akibatnya, nanti sekitar pukul 21.00 Wita, korban baru bisa dievakusi dan
langsung dibawa ke rumah duka sesuai dengan permintaan keluarga.
Sementara itu, Kapolsek Bitung Utara, AKP Venti Kawulur, mengatakan, korban ditemukan dengan keadaan yang mengenaskan. Dimana mata bagian kirinya luka berat dengan hidung pendarahan.
“Korban sempat dilaporkan hilang sekitar pukul 13.00 Wita dan nanti ditemukan sekitar pukul 16.15 Wita didalam jurang dalam keadaan tidak bernyawa lagi,” kata Kawulur seraya menambahkan korban tidak menjalani otopsi karena keluarga meminta untuk langsung membawa ke rumah duka. (en)
