
Minut, BeritaManado com – Promosi Likupang sebagai Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP) terus dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf).
Dalam Karisma Nusantara (KEN) dari 34 provinsi di seluruh Indonesia, Kemenparekraf menetapkan Likupang Tourism Festival (LTF) 2022 yang akan diadakan pada 29-31 Juli di Kabupaten Minahasa Utara.
“Likupang Tourism Festival 2022 adalah kegiatan tahun kedua. Tahun 2021 lalu, kami menyelenggarakannya secara terbatas karena kondisi pandemi. LTF 2022 akan dilaksanakan dengan lebih ‘bebas’ dan kegiatannya akan lebih banyak,” kata ujar Kepala Dinas Pariwisata Minut Audi Sambul, Selasa (26/7/2022).
Pelaksanaan LTF diharapkan bisa menjadi wadah untuk mempromosikan Likupang agar semakin dikenal.
Dampaknya dapat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal dan menyebarluaskan tentang keunikan pariwisata di Likupang, seperti potensi wisata bahari dengan taman laut dan budaya lokal yang unik.
LTF 2022 digelar di 3 venue yang lokasinya berdekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang.
Venue pertama di Pantai Paal, venue kedua di Pantai Pulisan, dan venue ketiga di Pulau Komang.
Pantai Paal akan jadi venue utama.
Berbeda dengan LTF 2021, Audi menjelaskan bahwa pelaksanaan tahun ini akan dilengkapi dengan kegiatan alam, seperti melepas tukik, menanam mangrove, dan menanam terumbu karang.
Tahun lalu, kegiatan ini tidak bisa dilaksanakan karena penerapan protokol kesehatan yang masih ketat.
“Tahun ini kami memberikan porsi yang lebih besar untuk acara yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Selain itu, kami juga akan menghadirkan lomba yang diikuti oleh masyarakat dan komunitas, seperti lomba perahu hias, lomba bakar ikan, lomba kesenian, dan lomba kebudayaan. Acara juga penampilan tarian tradisional yang akan dikolaborasikan dengan musik modern,” jelas Audi.
Selain kegiatan lomba dan kesenian, LTF 2022 juga menjadi kesempatan para pelaku UMKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk terlibat aktif.
Penyelenggara menyediakan 30 booth untuk para pelaku.
Pameran di LTF akan membuka kesempatan untuk pelaku industri kuliner, kriya, dan fashion untuk memperkenalkan produk mereka.
“Acara ini mengutamakan pameran kuliner, kriya, dan fashion khas dari Minahasa Utara. Untuk kuliner, kami ingin memperkenalkan makanan atau camilan yang terbuat dari pisang dan ikan cakalang, ikan mujair, dan woku dalam kemasan. Untuk kriya, kami ingin memperkenalkan produk kerajinan dari limbah dari turunan buah kelapa, mulai dari sabut hingga tempurung, dalam bentuk suvenir. Ada juga fashion show dari brand lokal. Tujuannya agar produk-produk masyarakat lebih dikenal dan mempromosikan pariwisata Likupang,” imbuh Audi.
Meski baru dilaksanakan untuk yang kedua kalinya, Audi mengaku sangat siap untuk menyelenggarakan LTF 2022 dan memberikan kesempatan kepada masyarakat lebih banyak untuk hadir dengan syarat minimal telah vaksin kedua an mengikuti protokol kesehatan selama acara.
“Kami sangat optimistis bahwa kegiatan ini akan sukses. Kegiatan ini bisa sukses. Rencananya, tahun depan LTF ingin masuk ke dalam kegiatan internasional. Saat ini, kami sedang menganalisis potensi kegiatan dengan melibatkan peserta dari luar negeri dalam bentuk lomba yacht. Kami harapkan tahun depan LTF dilakukan dengan lebih besar lagi dan menjadi kegiatan internasional,” kata Audi.
Likupang Tourism Festival 2022 mengundang pihak dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian PUPR, dan Kementerian Perhubungan.
Kehadiran kementerian ini untuk membahas pengembangan pariwisata di Likupang sebagai satu dari Lima Destinasi Super Prioritas.
(***/Finda Muhtar)
