
Bitung—Persoalan air bersih di Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Tangkoko belum juga bisa diatasi pihak pengelo hingga saat ini. Buktinya, upaya Perusahaan Daerah (PD) Bangun Bitung mengatasi krisis air bersih dengan meminta bantuan armada tangki PDAM malah mendatangkan persoalan baru bagi warga Rusunawa.
“Kami setiap bulannya tetap rutin membayar biaya sewa kamar, listrik dan air. Tapi kenyataanya, kami setiap hari harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air bersih karena sudah sebulan ini air bersih Rusunawa tidak mengalir,” kata salah satu penghuni, Chindy Charen, Senin (10/9).
Menurut Charen, setiap hari harus membeli air Rp5000 per galon untuk kebutuhan memasak. Belum termasuk untuk keperluan lain seperti mandi dan MCK harus yang menurutnya kerap kali terapaksa menggunkan air galon isi ulang.
“Kalau dihitung-hitung, saya setiap hari harus mengeluarkan Rp40 ribu hingga Rp50 ribu untuk bisa mendapatkan air bersih. Itupan pemakaian air harus diirit,” katanya.
Sementara Direktur PD Bangun Bitung, Johanis Dolongseda beberapa waktu lalu mengaku pihaknya telah bekerja sama dengan PDAM untuk mengantar air bersih setiap hari. Namun sayangnya pernyataan Dolongseda tersebut tidak sesuai kenyataan dilapangan karena pihak PDAM sendiri hanya mengantarkan air bersih satu minggu sekali.(enk)
