MANADO – Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, mengatakan, predikat guru besar yang disandang oleh seorang akademisi bukan saja memberi legitimasi terhadap kepakaran dan keilmuan di bidangnya masing-masing, tetapi lebih dari itu akan menjadi panutan dan teladan dari semua civitas akademika dan bahkan masyarakat pada umumnya.
Hal itu dikatakan Kansil, saat menghadiri pengukuhan dua guru besar Universitas Sam Ratulangi yakni DR. Telly Sumbu, SH MH dan Dr. Desy Mariah Helena Mantiri, DES DEA pada sidang senat guru besar Unsrat Manado yang dipimpin Rektor Prof. Dr. Donald Rumokoy, SH. MH di Aula Unsrat, Rabu (14/09).
Kansil juga tak lupa menyampaikan selamat kepada rektor dan seluruh civitas akademika Unsrat atas bertambahnya guru besar di universitas kebanggaan warga bumi nyiur melambai ini.
“Dengan ketambahan dua guru besar tersebut, akan semakin menambah kredibilitas Unsrat di mata pemerintah daerah dan institusi lainnya terkait dalam pemberian tugas dan kerjasama. Karena itu program percepatan guru besar di kampus ini harus dipacu lebih cepat lagi dengan tanpa mengurangi esensi pencapaian kualitas dan kompetensi dari para guru besar,” tutur Kansil.
Baik DR Telly Sumbu Maupun Dr. Desy Mantiri sebelum dikukuhkan menjadi guru besar, masing-masing telah membawakan orasi ilmiahnya. Sumbu sendiri mengangkat judul disertasinya yaitu “Prinsip-Prinsip Hukum Pengelolaan Keuangan Negara,” sedangkan Dr. Desy Mantiri mengangkat judul disertasinya “Senyawa Bio Aktif dan Alga Laut.” (jrp)
