Berita Utama

Jokowi Sudah Tujuh Kali Rombak Kabinet Sejak 2015, Lihat Lagi Nama Menteri yang Diganti

Jokowi Sudah Tujuh Kali Rombak Kabinet Sejak 2015, Lihat Lagi Nama Menteri yang Diganti
Kabinet Indonesia Maju. Foto: Ist

BeritaManado.com –  Kabar perombakan kabinet oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali ramai di awal 2023.

Meski tidak dinyatakan secara tegas, namun Jokowi membeberkan kemungkinan melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju saat mengunjungi Bendungan Sukamahi di Kabupaten Bogor, Jabar, Jumat (23/12/2022).

“Mungkin,” katanya singkat.

ADVERTISEMENT

Soal waktu, Jokowi masih merahasiakan.

“Ya, nanti,” singkatnya.

Jauh sebelumnya, secara tersirat, Jokowi memang berencana melakukan perombakan kabinet.

Jawaban tersebut dilontarkannya saat ditanya kemungkinan melakukan reshuffle usai Partai Nasdem memilih Anies Baswedan sebagai Bakal Calon Presiden Partai berkelir biru tua tersebut pada Senin (3/10/2022) silam.

“Rencana selalu ada. pelaksanaan nanti diputuskan,” singkat Jokowi, Kamis (13/10/2022).

Bahkan setelahnya, Jokowi kerap mengingatkan kepada sejumlah partai politik (parpol) agar berhati-hati memilih capres. Ucapan tersebut disampaikannya saat menghadiri HUT Partai Golkar, dan Perindo.

“Saya yakin, saya yakin Golkar akan dengan cermat, akan dengan teliti, akan dengan hati-hati tidak sembrono dalam mendeklarasikan calon presiden dan wakil presiden 2024,” katanya saat HUT Partai Golkar Jumat (21/10/2022).

Sementara saat menghadiri ulang tahun Partai Perindo ke-8, Jokowi kembali menegaskan hal tersebut. Ia mengemukakan, agar Perindo jangan sembrono memilih capres.

“Ya, memang harus hati-hati. Ini menahkodai 270 juta rakyat Indonesia. 270 juta lebih rakyat Indonesia. Kenapa selalu saya ulang-ulang ya memang harus hati-hati, jangan sembrono,” ungkap Jokowi usai menghadiri acara Perayaan HUT ke-8 Partai Perindo, Senin (7/11/2022).

Meski begitu, banyak desas-desus yang mengungkapkan, jika tiga kursi menteri yang kini diduduki Partai Nasdem bakal menjadi sasaran reshuffle.

Namun, Ketua DPP Partai NasDem Effendi Choirie menyatakan, NasDem siap jika seandainya nanti menterinya didepak dari kabinet lewat reshuffle.

Bahkan, NasDem disebut sama sekali tak merasa khawatir.

“NasDem nggak khawatir sedikitpun, NasDem siap menghadapi segala situasi,” kata pria yang akrab disapa Gus Choi daat dihubungi, Jumat (23/12/2022).

Kendati begitu, Gus Choi mengatakan, perombakan kabinet atau reshuffle menjadi hak prerogratif presiden. Ia menyerahkan sepenuhnya terkait reshuffle kepada Jokowi.

“Hak prerogatif presiden. Silakan saja maunya apa,” tuturnya.

Sebelumnya, menurut hasil survei Charta Politika, sebanyak 61,8 persen responden menyetujui reshuffle di Kabinet Indonesia Maju.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya sempat heran karena meskipun kepuasan masyarakat terhadap kinerja menteri tinggi, namun mereka menginginkan adanya reshuffle.

“Ini yang menurut saya menjadi catatan dan tidak mengherankan kalau kemudian kita tanyakan terkait dengan persetujuan tentang adanya reshuffle walaupun kebanyakan responden kita menyatakan lebih banyak puas tapi mereka juga setuju ketika ditanyakan terkait rencana ada reshuffle ada angka 61,8 persen menyatakan setuju,” kata Yunarto.

Rekam Jejak Reshuffle Sejak 2015

Jika terjadi reshuffle pada Januari 2023, tentunya akan perombakan kabinet kali ini merupakan kali ke-8 yang dilakukan Jokowi sejak memimpin Indonesia mulai 2014 silam.

Melansir Suara.com jaringan BeritaManado.com, berikut sejarah reshuffle pemerintahan Jokowi sejak periode pertama pemerintahan hingga yang terbaru.

  • Reshuffle pertama

Kali pertama, Pemerintahan Jokowi pada 2014 dilakukan reshuffle saat belum genap satu tahun pemerintahan berjalan, yakni pada Rabu 12 Agustus 2015.

Pada reshuffle pertama ini tercatat ada tujuh posisi yang diganti, yakni:

Darmin Nasution diangkat sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, menggantikan Sofyan Djalil.

Sofyan Djalil diangkat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, menggantikan Andrinof Chaniago.

Rizal Ramli diangkat sebagai Menko Bidang Kemaritiman, menggantikan Indroyono Susilo.

Luhut Binsar Pandjaitan diangkat sebagai Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno.

Thomas Lembong diangkat sebagai Menteri Perdagangan, menggantikan Rachmat Gobel.

Pramono Anung diangkat sebagai Sekretaris Kabinet, menggantikan Andi Widjajanto.

Teten Masduki diangkat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan.

  • Reshuffle kedua

Belum terhitung satu tahun sejak reshuffle pertama, Jokowi kembali merombak susunan kabinetnya, tepatnya pada Rabu 27 Juli 2016. Kali ini perombakan besar-besaran dilakukan dengan mengganti 14 menteri, yakni:

Budi Karya Sumadi diangkat sebagai Menteri Perhubungan, menggantikan Ignasius Jonan.

Bambang Brodjonegoro diangkat sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas, menggantikan Sofyan Djalil.

Sri Mulyani Indrawati diangkat sebagai Menteri Keuangan, menggatikan Bambang Brodjonegoro.

Sofyan Djalil diangkat menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), menggantikan Ferry Mursidan Baldan.

Archandra Tahar diangkat menjadi Menteri ESDM, menggantikan Sudirman Said.

Namun, karena persoalan dwi kewarganegaraan, Archandra hanya menjabat kurang dari satu bulan. Posisinya digantikan oleh Ignasius Jonan, sementara dia menduduki posisi Wakil Menteri ESDM.

Airlangga Hartarto diangkat menjadi Menteri Perindustrian, menggantikan Saleh Husin.

Muhadjir Effendy diangkat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menggantikan Anies Baswedan.