MANADO – Wacana yang coba digulirkan dari istana kepresidenan tentang pencalonan istri bahkan anak presiden dalam pilpres 2014 menjadi pembicaraan, tak terkecuali di Sulawesi Utara.
Hal ini dikatakan pengamat politik Sulawesi Utara Prof. Drs Ishak Pulukadang.
Isu yang diluncurkan istana menggejala sampai di daerah, sampai-sampai pemimpin daerah baik gubernur atau walikota/bupati-pun mulai mempersiapkan keluarganya untuk sebuah kekuasaan alias menjadi raja-raja kecil.
“Hal seperti ini juga telah terjadi di Sulut, dan sesungguhnya tidak baik untuk pendidikan politik di negara demokrasi seperti Indonesia,” ujar Pulukadang kepada beritamanado, Kamis (16/6).
Ditambahkannya, salah satu unsur pemerintahan daerah yakni legislatif harus berinisiatif membuat regulasi undang-undang yang melarang anak, istri atau saudara dari pemimpin daerah ataupun petinggi parpol dalam bursa pencalonan presiden, bahkan sampai kepala daerah.
“Kita harus berani belajar dan ambil contoh kepada salah satu Presiden
Polandia, dimana selama 50 tahun keluarganya tidak bisa mencalonkan atau dicalonkan sebagai presiden. Janganlah kita bangun sebuah dinasti, karena negara ini bukan hanya milik sekelompok orang,” tukasnya. (gn)
