BITUNG — Walikota Bitung, Hanny Sondakh meminta bantuan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) kota Bitung untuk bersama-sama mencegah masalah illegal fishing. Pasalnya menurut Sondakh, dalam beberapa bulan ini jumlah kapal penangkap ikan yang kembali ke Bitung membawa hasil tangkapan terus berkurang. Akibatnya, bahan baku bagi puluhan perusahaan ikan kian berkurang dan ini dikwatirkan bakal menimbulkan efek lain yakni PHK besar-besaran. Hal ini disampaikan Sondakh dalam pertemuan dengan Forkompinda beberapa waktu lalu.
“Kota Bitung sebagai pusat landing dan cek point bagi kapal-kapal perikanan,
namun jumlah kapal yang kembali terus berkurang dan ini mengakibatkan
keterbatasan bahan baku perusahaan industri perikanan yang berdampak terhadap pengangguran tenaga kerja,” kata Sondakh, Senin (11/7).
Selain masalah illegal fishing, Sondakh juga minta dukungan kerjasama antara
Pemkot Bitung dengan PT Alam Wiratama Kencana dalam penanganan air bersih terutama di kawasan pelabuhan.
“Masalah pembatasan pembelian BBM oleh pihak Pertamina yang menyebabkan antrian kendaraan di setiap SPBU dan kami minta ini dikaji kembali serta mencari solusi lain,” tambah Sondakh.
Tak hanya itu, masalah lambatnya penyaluran dana alokasi khusus (DAK) yang berpengaruh pada pembangunan daerah tahun 2011. Sehingga pihak Sondakh berencana untuk meminta agar Juknis DAK bisa dipercepat demi tercapaiannya sasaran dan tujuan bantuan tersebut.
“Dalam pertemuan tersebut, desakan pembangunan tugu Adipura segera direncanakan mengingat kita sudah 5 kali mendapatkan penghargaan tersebut. Dan itu memang sudah kita rencanakan, dimana rencana pembangunan nantinya mengambil 3 titik yakni pintu masuk Manembo-nembo, Madidir dan Pelabuhan,” pungkas Sondakh. (en)
