BITUNG — Sikap keterbukaan DPRD kota Bitung dalam segala hal mulai dipertanyakan. Pasalnya, Senin (18/7), sejumlah anggota DPRD kota Bitung menggelar rapat tertutup di ruangan paripurna dan tidak diperkenankan wartawan meliput. Padahal selama ini, 25 anggota DPRD selalu terbuka, baik dalam menggelar rapat maupun kegiatan lainnya.
“Ada apa sampai sikap DPRD mulai tertutup seperti ini. Bukankah selama ini DPRD dalam menggelar kegiatan, apalagi rapat tidak pernah tertutup dan selalu terbuka untuk umum. Kenapa sampai harus tertutup,” ujar salah satu personil LSM Bendera, Raimon Lilir.
Lilir sendiri mempertanyakan sikap 25 anggota DPRD yang tidak seperti biasanya menggelar rapat tertutup. Apalagi rapat tersebut melibatkan ketiga pempinan DPRD yakni ketua DPRD, Santy Gerald Luntungan, wakil ketua Maurits Mantiri dan Baby Palar serta sejumlah anggota dewan.
“Ada agenda apa yang harus dibahas sehingga masyarakat umum tidak perlu tahu. Kalau sikap DPRD seperti ini maka jelas perlu dipertanyakan apa yang mereka bahas sehingga harus menutup diri,” tegas Lilir.
Sementara itu, sikap tertutup DPRD kota Bitung ini sendiri menurut Kasubag Humas DPRD, Desi Lumatau, karena ada pembahasan internal yang perlu dibicarakan. Dan kemungkinan besar, pembicaraan tersebut menurut Lumatau bukan untuk konsumsi publik sehingga tidak melibatkan wartawan atau LSM untuk ikut mendengar.
“Setahu saya hanya rapat internal antar anggota dan pimpinan DPRD. Dan saya tidak tahu persis apa alasan sehingga digelar rapat tertutup,” kata Lumatau. (en)
