Kota Bitung

DPRD Bakal Hearing Pemkot Terkait Rabies

BITUNG — DPRD Kota Bitung merasa prihatin dengan kasus rabies yang mulai merambah kota yang berhasil mempertahankan adipura 5 kali berturut-turut ini. Pasalnya, DPRD menilai Pemkot Bitung tidak tanggap dengan angka kasus rabies yang dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga pihaknya merencanakan untuk memanggil instnasi terkait melakukan dengar pendapat atau hearing.

“Pihak eksekutif seharusnya jangan hanya tahu menghambur–hamburkan uang saja, tetapi lebih mengedepankan dana bantuan untuk kepentingan masyarakat umum seperti penanggulangan rabies,” kata salah satu anggota DPRD Kota Bitung, Victor Tatanude, siang tadi.

Menurut Tatanude,  ditengah kesuksesan dan rencana Pemerintah Kota akan
melaksanakan syukuran atas diraihnya penghargaan Adipura ke-5, saat ini ada masyarakat yang lagi kesusahan karena tidak mempunyai uang untuk membiayai anaknya yang telah positif rabies akibat digigit anjing gila. Namun sayang pihak Pemkot Bitung kurang tanggap dan lebih memprioritaskan hal-hal seremonial yang tujuannya hanya untuk mengejar citra bagus.

ADVERTISEMENT

“Harusnya sektor-sektor yang berhubungan langsung dengan masyarakat diberikan perhatian dan prioritas, salah-satunya kasus rabies yang sangat memerlukan anggaran penanggulangan,” jelas Tatanude yang ikut diamini anggota DPRD lain, Laode Sumaila, Robby Mamuaja, Vonny Sigar dan Safrudin Illa.

Yang lebih memiriskan lagi, pihak RSUD Manembo–nembo saat dikonfirmasi Tatanude dan rekan-rekanya, ke Dirut Vonny Dumingan, mengaku obat vaksinasi untuk korban yang tergigit anjing dan positif rabies stoknya kosong.

“Jelas ini sudah sangat keterlaluan dan hari Senin atau Selasa pekan depan, kami akan memanggil hearing Pemkot Kota Bitung bersama dinas terkait dalam masalah ini,” kata Sumaila. (en)