
Manado, BeritaManado.com – Salah satu kelompok atau profesi yang rentan terpapar Covid-19 adalah para tenaga kesehatan.
Mulai dari dokter, perawat, bidan, hingga mereka yang bekerja di fasilitas kesehatan seperti apotekes dan ahli gizi.
Mereka harus berada di garda terdepan melayani pasien Covid-19.
Seperti yang dijalani dr Jacob Pajan salah satunya, yang berjuang di garda terdepan melawan virus ini.
Berstatus sebagai dokter residen, mereka bertarung merawat pasien sambil belajar untuk menyelesaikan studi dengan segala keterbatasan kapasitas dan peralatan.
“Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia mendata dari periode 17 April, hingga 9 Mei 2020 di 16 universitas di Indonesia ada 6.600 staf pengajar dan dokter residen yang terpapar Covid-19,” beber Jacob.
Namun, di masa pandemi ini, jam kerja dokter residen berkurang yang rata-rata 60 jam per minggu, sedangkan sebelumnya adalah 80 jam dikarenakan masyarakat sudah khawatir datang ke rumah sakit.
“Kendala lain juga seperti pemenuhan Alat Pelindung Diri atau APD, waktu kerja, istirahat, tes swab berkala dan pendampingan psikolog belum dijalankan sepenuhnya serta kesejahteraan para dokter residen,” ujar Jacob.
Lanjutnya, APD lengkap cukup terbatas, biasanya hanya untuk mereka yang bertugas di ruang isolasi dan Instalasi Gawat Darurat (IGD), itupun harus disiasati dengan 2 orang dokter yang berjaga di ruang isolasi.
“Untuk itu saya berpesan kepada kita semua untuk tetap pakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan selalu disiplin pada protokol kesehatan,” kata Jacob.
Kekurangan APD itulah yang sempat dikeluhkan dokter Jacob dan ratusan residen lainnya saat unjuk rasa di kampus Unsrat Manado beberapa waktu lalu.
Ketika itu, mereka pun diperhadapkan dengan tuntutan membayar Biaya Operasional Pendidikan (BOP).
Beruntung, Menteri Kesehatan Terawan menanggapi tuntutan mereka dan memberikan insentif.
“Ya, dalam situasi sulit seperti ini kami harus tetap berada di garda terdepan. Meski beberapa kawan kami akhirnya terpapar Covid-19,” ungkap Jacob yang merupakan Koordinator Forum Komunikasi Residen Fakultas Kedokteran Unsrat Manado ini.
Berdasarkan siaran pers yang disampaikan Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), hingga Selasa (3/11/2020), terdapat total 161 petugas medis yang wafat akibat terinfeksi Covid-19.
Mereka terdiri dari 152 dokter dan 9 dokter gigi.
Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 82 dokter umum (4 guru besar), dan 68 dokter spesialis (6 guru besar), serta 2 residen yang berasal dari 18 IDI Wilayah (provinsi) dan 69 IDI Cabang atau Kota/Kabupaten.
(Mikhael Labaro)
