Opini

Catatan Akhir Tahun 2019 Sangihe Panen “Bobengka”

Oleh: Ronny Serang

Catatan Akhir Tahun 2019 Sangihe Panen "Bobengka"
Pusat Kota Tahuna

Memiliki tekstur sangat lembut dengan rasa manis dan gurih.

Itu sepenggal deskripsi tentang kue khas Sulawesi utara yang sangat terkenal dan banyak digemari serta diburu para pencinta kuliner, disemua strata sosial baik di Sulut maupun diluar Sulut.

Bobengka, demikian kue tradisional Sulut yang jadi favorit ini (favorit saya) disebut.

Entah… siapa menemukan nama atau menyematkan nama tersebut kepada sajian yang sepintas mirip brownies ini hanya saja rasa, bahan dan cara pembuatannya berbeda.

Sehingga karena kepopuleranya ini, saya coba menganalogikan nama bobengka untuk merepresentasikan komplimen kenierja Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sangihe dibawah komando Jabes Ezar Gaghana yang secara mengejutkan anak nelayan ini terpilih sebagai bupati berpasangan dengan Helmud Hontong tahun 2017 dengan romantisme dan dialetika politik waktu itu.

Kerja keras dan cerdas selama ini yang dilakukan oleh Pemda Sangihe di drive langsung Jabes Ezar Gaghana menunjukan keberpihakan kepada kepentingan dan kesejahteraan rakyat kabupaten 105 pulau tersebut dengan menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi tujuan pembangunan.

Eksistensi kinerja yang dilakukan selama ini, merupakan kewajiban yang harus dilakukan dengan hati sebagai pelayan rakyat sehingga hasil kinerja tersebut tak lepas dari penilaian publik.

Tak pelak, hasil kinerja selama ini mendapat apresiasi dan pengakuan dari berbagai pihak baik pemerintah provinsi, pusat maupun lembaga-lembaga yang selama ini concern terhadap pelayanan publik.

Kurang lebih ada tujuh penghargaan yang disabet oleh Pemda Sangihe dari berbagai bidang pelayanan publik sepanjang tahun 2019, ini menjadi bukti konkrit program dan kinerja selama ini tepat sasaran.

DAK Tertinggi Kabupaten /Kota se-Sulut

Untuk Tahun 2019 Kabupaten Kepulauan Sangihe, menjadi penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) tertinggi dari semua 15 kabupaten/kota se- Sulut.

Data dari Badan Keuangan Daerah Sangihe untuk DAK fisik 170 M ini merupakan penghargaan dan apresiasi dari pemerintah pusat kepada Kabupaten Kepulauan Sangihe karena kenerja Pemda selama ini dan jumlah ini sangat luar biasa bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Bangga? Sudah pasti. Karna meningkatnya penerimaan DAK tersebut memiliki variabel yang jelas yaitu berbasis kinerja.

“Peningkatan jumlah DAK yang fantastis tersebut disebabkan kinerja Pemda sangat baik, terutama dalam hal pengelolaan keuangan, seperti diketahui Sangihe meraih opini WTP dan BPK terhadap laporan keuangan daerah. Jadi jelas peningkatan jumlah DAK itu variabelnya kinerja Pemda,” ujar Sekda Sangihe Edwin Roring.

Keberhasilan Kabupaten Kepulauan Sangihe, meraih opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI lima kali berturut-turut menunjukan kominten Pemda Sangihe dalam pengelolaan keuangan daerah sesuai koridor, transparan dan accountable.

Sehingga meningkatnya penerimaan DAK 2019 tersebut berefek pada terbangunnya sejumlah infrastruktur selama ini menjadi kerinduan sebagian masyarakat yang ada di beberapa wilayah seperti Kampung Kedang dan daerah lainnya saat ini menikmati pembangunan jalan dan infrastruktur pertanian seperti irigasi.

Maka dengan terbangunnya sejumlah infrastruktur tersebut akan berdampak pada peningkatan taraf ekonomi dan kesejahteraan karna masyarakat memiliki akses ekonomi yang baik.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara