BITUNG — Kendati menyandang predikat kota tersehat di Indonesia, namun rupanya itu bukan jaminan jika Kota Bitung benar-benar peduli dengan masalah kesehatan. Buktinya, dalam APBD Kota Bitung tidak ada anggaran yang diplot khusus untuk menangani ataupun menangkal wabah penyakit seperti rabies. Padahal Kota Bitung dianggap masuk dalam 7 kabupaten/kota di Sulut tertinggi kasus rabies, namun sayang Pemkot Bitung sendiri tidak mengalokasikan anggaran untuk penanggulangan penyakit tersebut.
“Kalau ditanya masalah anggaran untuk menangani penyakit rabies, jelas kami tidak memiliki anggaran, karena memang tidak ada dicantumkan dalam APBD,” kata Kadis Agribisnis dan Kehutanan Kota Bitung, Zulkifly Zulhadji.
Manurut Zulhadji, selama ini pihaknya hanya bergantung pada bantuan provinsi untuk menekan angka rabies di Kota Bitung. Itupun menurutnya hanya berupa bantuan vaksin terhadap hewan peliharaan seperti anjing dan kucing, namun untuk bantuan lain seperti anggaran tidak ada sama sekali.
“Bantuan vaksin tersebut kini sudah habis dan kami sudah meminta ke pihak
provinsi, namun sayang sudah tiga bulan ini pihak pemerintah provinsi mengaku belum mendapat vaksin tersebut,” tutur Zulhadji.
Untuk masalah vaksin sendiri menurut Zulhadji, pihaknya sudah melakukan vaksin terhadap 3000-an hewan peliharaan yang ada di Kota Bitung. Sedangkan perkiraan mereka masih ada sekitar 2000-an hewan peliharaan yang belum divaksin dan ini sangat mengkuatirkan akan terus menambah kasus rabies di Kota Bitung. (en)
