
Penulis: Mega Anggawirya Zas | Manado
Wali Kota Manado Andrei Angouw menegaskan pentingnya sinergitas antara Pemerintah Kota Manado dan para tokoh agama dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, sejahtera dan memiliki ketahanan sosial.
Hal tersebut disampaikan Andrei saat menghadiri kegiatan Tatap Muka Triwulan III Bersama Pimpinan Rumah Ibadah se-Kota Manado, Kamis (10/9/2026), yang digelar di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Bagian Kesra Setda Kota Manado bersama Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado.
Turut hadir Sekda Kota Manado dr. Steaven Dandel, M.Ph., Asisten I Julises Oehlers, S.H., Kabag Kesra Setda Kota Manado Telly Pinasang, S.E., M.A.P., Ketua BKSAUA Kota Manado Pdt. Judi Tunari, M.Teol., bersama jajaran pengurus serta para tokoh agama se-Kota Manado.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa pembukaan. Selanjutnya, Ketua BKSAUA Kota Manado Pdt. Judi Tunari menyampaikan laporan sekaligus memaparkan sejumlah program BKSAUA yang telah dilaksanakan sepanjang Triwulan III.
Dalam sambutannya, Andrei Angouw menyampaikan apresiasi atas sinergitas yang selama ini terbangun antara Pemerintah Kota Manado dan para tokoh agama.
Menurutnya, hubungan pemerintah dengan agama merupakan hubungan yang memiliki dasar konstitusional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Hubungan ini adalah hubungan konstitusional karena diatur oleh konstitusi. Hal ini berdasarkan Pancasila bahwa setiap warga negara harus beragama kendati bukan negara agama,” ujar Andrei.
Ia menjelaskan, pemerintah memiliki tugas untuk melayani dan membina masyarakat, sementara tokoh agama memiliki peran penting dalam membina jemaat masing-masing.
Karena itu, menurutnya, kedua unsur tersebut dapat bersinergi dalam menjaga dan meningkatkan kehidupan spiritual maupun sosial masyarakat.
“Di pemerintahan kita melayani dan membina masyarakat, sementara tokoh agama membina jemaat sehingga inilah sinerginya untuk kepentingan spiritual masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa sinergi tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan keagamaan, tetapi juga dibutuhkan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di Kota Manado.
Pemerintah, kata Andrei, melibatkan tokoh agama dalam membantu mengidentifikasi dan menyelesaikan persoalan seperti gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tawuran, kepemilikan senjata tajam, konsumsi minuman keras hingga berbagai persoalan sosial lainnya.
Menurutnya, tokoh agama memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan jemaat.
Hal serupa juga berlaku dalam penanganan persoalan kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem yang membutuhkan perhatian serta kerja bersama antara pemerintah dan tokoh masyarakat.
“Masalah-masalah sosial seperti ini tentunya perlu kita identifikasi bersama dengan melibatkan tokoh agama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Andrei juga menyinggung kondisi perekonomian masyarakat Manado.
Ia mengajak para tokoh agama untuk turut mendorong masyarakat agar mampu mengelola perekonomian keluarga dengan baik sehingga perputaran ekonomi dapat terus meningkat.
Menurutnya, semakin tinggi perputaran uang dan semakin besar kesempatan ekonomi yang tersedia, maka semakin besar pula peluang untuk menopang kesejahteraan masyarakat.
“Kalau uang berputar tinggi dan kesempatan besar, bagi wali kota dapat mendorong dan menopang kesejahteraan warga,” ungkapnya.
Andrei kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh agama atas dukungan dan kerja sama yang telah terbangun bersama Pemerintah Kota Manado.
Ia berharap sinergitas tersebut terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan serta persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
“Terima kasih atas sinergitas yang sudah terbangun selama ini antara Pemerintah Kota dengan tokoh agama,” pungkasnya.
