Kota Manado

22.220 Pekerja Jadi Sasaran Perlindungan, Agen Perisai Kota Manado Diperkuat

22.220 Pekerja Jadi Sasaran Perlindungan, Agen Perisai Kota Manado Diperkuat
Penyerahan santunan duka BPJS Ketenagakerjaan Manado kepada ahli waris program Perisai, diserahkan oleh Wali Kota Manado Andrei Angouw

Penulis: Sri Surya | Manado

Sebanyak 22.220 tenaga kerja di Kota Manado menjadi sasaran perlindungan melalui program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Penguatan perlindungan tersebut dilakukan melalui Pengukuhan dan Bimbingan Teknis Keagenan Kelurahan Kota Manado Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado.

ADVERTISEMENT

Kegiatan ini dihadiri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Manado Juwenly Jona Librata Soselisa, Wali Kota Manado Andrei Angouw, Asisten I Yulises Oehlers, Kepala Dinas Tenaga Kerja Fadly Kasim, Kepala Dinas Kominfo Yanti Mongkauw, para kepala SKPD, camat, lurah se-Kota Manado serta calon Agen Perisai Ketenagakerjaan.

Program Agen Perisai menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan hingga tingkat kelurahan.

Dalam pemaparannya, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Manado menjelaskan kondisi ketenagakerjaan sekaligus cakupan perlindungan Jamsostek di Kota Manado.

Saat ini, sebanyak 72 agen Perisai telah tersedia di kelurahan. Namun, masih ada 28 kelurahan yang belum mengusulkan calon agen.

Wali Kota Tekankan Pentingnya Perlindungan Pekerja

Wali Kota Manado mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai perlindungan ketenagakerjaan berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat serta keluarga.

“Pertama saya mengemukakan kepentingan kita soal BPJS Ketenagakerjaan”, ucap Wali Kota sambil menjelaskan soal pelayanan ketenaga-kerjaan kita dalam kaitan dengan kecelakaan kerja dan lain sebagainya.

Wali Kota menjelaskan bahwa perlindungan terhadap pekerja dibutuhkan untuk menghadapi berbagai risiko yang dapat terjadi dalam pekerjaan. Karena itu, ia mendorong dukungan terhadap program BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini prinsip dasar bagaimana kita terlibat dengan ketenagakerjaan karena ini soal kesejahteraan kita bersama,” jelas Andrei.

Ia juga meminta jajaran kelurahan ikut memastikan data masyarakat yang berkaitan dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan diperbarui dan divalidasi.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah data warga yang telah meninggal tetapi belum divalidasi.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan pelayanan atau proses klaim jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan belum dapat dilakukan.

Wali Kota meminta proses pengunggahan dan validasi data dapat dilakukan oleh lurah sehingga persoalan administrasi tersebut tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.

Pengukuhan Ditandai Penyerahan Rompi dan Kartu Nama

Setelah memberikan pengarahan serta berdialog dengan jajaran kelurahan, Wali Kota secara resmi membuka kegiatan.

Pengukuhan Agen Perisai kemudian ditandai dengan penyerahan rompi dan kartu nama kepada anggota Perisai. Dalam kegiatan yang sama juga dilakukan penyerahan santunan kematian kepada ahli waris.

Wali Kota berharap penguatan Agen Perisai dapat membantu memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kota Manado.

Perlindungan pekerja bukan hanya soal kepesertaan, tetapi juga memastikan keluarga memiliki jaminan ketika risiko ketenagakerjaan terjadi.