Hukum dan Kriminalitas

Wah, Security Bupati Adu Jotos dengan Anggota Satpol PP Minsel

AMURANG — Para PNS di lingkungan Pemkab Minahasa Selatan, Jumat (12/8) sekitar pukul 10.00 Wita dibuat gempar. Pasalnya, security bupati bersama anggota Sat Pol PP Minsel ado jotos. Bahkan, peristiwa diatas membuat para pejabat dan PNS yang menyaksikannya menyebut kalau ini kejadian langkah tapi memalukan.

Dari informasi yang dihimpun beritamanado, berawal Senin (7/8) tengah malam. Mobnas DB 100 E masuk di Kantor Bupati. Sayangnya, mobnas tersebut dengan tidak sopan saat masuk. Padahal, anggota Sat Pol PP yang berjaga-jaga meminta agar lampu panjang dimatikan atau ditukar dengan lampu dekat. Merasa kalau teguran diatas tidak berkenan. Beberapa security bupati langsung turun dan membuat onar.

Dan ternyata, sejumlah security bupati sudah mengatur taktik untuk membalasnya. Dan terbukti, Jumat, usai acara senam pagi, tiba-tiba salah satu anggota security bupati, Felly Potabuga mencari gara-gara. Namun, datang lagi Maxi Lumantow langsung memukul Yudi Tahupia (29) anggota Sat Pol PP Minsel.

ADVERTISEMENT

‘’Saya kaget, tetapi saya pun harus membalas. Karena ternyata, kedua oknum security bupati langsung mengeroyok. Herannya, Felly Potabuga menyuruh Yudi untuk membuka seragam. Saat membuka, Lumantow langsung menyerang. Herannya lagi, sudah mengeroyok mereka justru melapor ke Polres Minsel dengan sebutan Sat Pol PP Minsel yang membuat onar,’’ kata Yudi.

Kasi Perda Sat Pol PP Minsel Lonna Wattie, SSTP ketika dikonfirmasi membenarkannya. ‘’Benar kejadiannya. Namun, kami sudah melapor peristiwa ini ke Kasat Pol PP Drs Nofriet Ransulangi. Memang, bapak lagi berada di Jakarta. Namun, petujuk Kasat, harus membuat laporan juga ke Polres Minsel,’’ kata Wattie.

Ditempat terpisah, Michael Sangadi, PNS asal Pondang meminta Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu bertindak cepat. ‘’Sebab, sepertinya ini hanya salah paham saja. Namun, ternyata peristiwa pun terjadi. Sekali lagi,saya minta ibu bupati bersama wakil bupati bertindak. Lagipula,ini sudah membuat Pemkab Minsel malu dengan kejadiannya,’’ sebut Sangadi. (ape)