MANADO – Siwatri yang diyakini umat Hindu berarti pemujaan terhadap Dewa Siwa dan dilakukan malam perenungan bersama 22 Januari nanti, mengambil lokasi di Pura Jagadhita Manado atau di tempat-tempat yang sudah ditentukan. Menurut penyampaian salah satu tokoh Hindu Sulut Nengah Kokog Sag, Jumat (13/1), introspeksi diri mengenai apa yang dilakukan selama ini dan mengekspresikannya selama satu hari, kemudian dilalui dengan berpuasa.
Lanjutnya, dalam melakukan puasa turut dimaknai pula dengan tiga tahap, yakni Mono Brata dengan tidak melakukan pembicaraan selama 24 jam satu hari itu, Upahwasa melakukan puasa satu hari dengan tidak makan dan minum yang turut pula tidak melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan.
Menurut Kokog yang juga Pembimas Hindu Kemenag Sulut, puasa Sagra dimana dalam 36 jam tidak tidur dan sesuai ketentuannya dilakukan meditasi atau perenungan suci, ini biasa tidak dilakukan kalau salah seorang umatnya sedang sakit tapi bagi yang mampu diharapkan dapat melakukan sebagai wujud persembahan kepada Tuhan.
Ditambahkannya lagi, saat melakukan upacara Siwaratri ini, umat Hindu Sulut dari Manado dan sekitarnya yang bisa hadir, akan melakukan keakraban yang sifatnya turut membicarakan hal-hal yang bermanfaat atau sarasehan. “Ini dilakukan sebagai wujud perhatian kita terhadap Tuhan yang telah memberikan karunia hidup di bumi ini,” pungkasnya. (is)
