
BeritaManado.com — Tokoh Muda Sulawesi Utara, Sanny Warouw, memberikan pandangannya perihal 100 hari kerja Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur, Victor Mailangkay.
Pertama kata Sanny Warouw, data yang ia himpun, Yulius – Victory jargon Gubernur dan Wagub Sulut suduh hampir empat bulan bertugas.
Keduanya pemimpin Sulut ini sudah meletakkan pondasi yang baik, ke masyarakat Sulut.
Diantaranya tentang Rencana tata ruang wilayah (RTRW) Provinsi Sulut, tahun 2024-2044.
DPRD Sulawesi Utara menyetujui usulan Ranperda Pemprov Sulut tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulut tersebut.
Sanny bilang, ada empat substansi yang dilakukan Gubernur Sulut Yulius Selvanus untuk masyarakat.
Mulai dari pertambangan (WPR), kemudian sektor Pariwisata, ketahanan pangan dan perikanan.
Ketahanan pangan di fokuskan ke wilayah Bolaangmongondow Raya (BMR).

Kemudian terkait dengan perikanan, ia yakin Gubernur Sulut bisa menaikkan pendapatan daerah dari sektor perikanan.
“Satu tahun pertama kepemimpinan YSK – Victory, prioritas utama memberikan wujud nyata dari empat super prioritas utama,” kata Sanny Warouw, Rabu (11/6/2025) malam.
Lanjutnya, guna menopang itu yang akan dilakukan oleh Gubernur dan Wagub Sulut berencana membangun bandara di Pulau Lembeh Bitung.
Ia juga melihat, sosok Gubernur Sulut mampu mewujudkan program visi dan misinya karena punya backround sebagai soarang Kopassus TNI AD, dan memiliki jiwa manunggal dekat dengan masyarakat.
Untuk itulah ia mengajak, berpikir positif akan kerinduan Gubernur Sulut Yulius Selvanus dalam memberikan kesejahteraan, mandiri dan berkelanjutan untuk masyarakat Sulut.
Ia meyakini akan ada legacy yang baik dari Gubernur Yulius untuk Sulut kedepan.
“Terkait kritik, pak Gubernur tidak anti kritik.buktinya ada program lapor pak gubernur. Kalau ada keluhan laporkan, nanti akan ada respons,” tambahnya.
Dalam memberikan kritik harus disertai dengan solusi.
Untuk itulah ia berencana akan melaksanakan dialog dengan para tokoh muda, para intelektual yang punya arah yang sama bangun Sulut hingga tokoh – tokoh yang kritis untuk debat terbuka.
(***/Alfrits Semen)
