Lainnya

Tindaklanjuti Instruksi Kapolda, Polres Minahasa Tenggara Gelar Simulasi Sispam Mako

Tindaklanjuti Instruksi Kapolda, Polres Minahasa Tenggara Gelar Simulasi Sispam Mako
Kapolres Mitra AKBP Feri Sitorus saat gelar latihan Sispam Mako

Ratahan, BeritaManado.com — Polres Minahasa Tenggara menggelar latihan Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako), di lingkungan Polres, Senin (19/9/2022).

Pelatihan Sispam Mako Polres Minahasa Tenggara tersebut dipimpin langsung Kapolres Mitra AKBP Feri R. Sitorus, S.I.K., M.H.

“Latihan ini dalam rangka menindaklanjuti instruksi dari Kapolda Sulut dalam hal pengamanan Markas Komando Polres Mitra beserta aset-asetnya” ungkap Kapolres saat diwawancarai di ruang kerjanya.

ADVERTISEMENT
Tindaklanjuti Instruksi Kapolda, Polres Minahasa Tenggara Gelar Simulasi Sispam Mako
AKBP Feri Sitorus

Adapun urutan adegan simulasi pelaksanaan Sispam Mako, sebagai berikut:

1. Laporan Kasat Intelkam kepada Kabag Ops bahwa paska pelaksanaan penertiban Peti telah  berkembang isu di masyarakat bahwa pelaku Peti yang diamankan di Polres dipukuli dan dianiaya oleh Polisi.

Sehingga sekelompok masyarakat merasa keberatan dan bermaksud akan mendatangi Polres Minahasa Tenggara untuk membebaskan pelaku dan mengambil BB R2, dan beberapa orang sedang bersiap siap.

2. Ka SPK dan Kasi TIK membunyikan tanda alarm stelling, mendengar hal tersebut anggota Polres Minahasa Tenggara langsung menuju tempat apel polres Minahasa Tenggara dan membentuk barisan.

Sementara itu Kabag Ops langsung menuju ruang Kapolres untuk melaporkan informasi yang telah disampaikan oleh Kasat Intelkam.

Selanjutnya Kapolres bersama Kabag Ops menuju  lapangan apel Polres Minahasa Tenggara untuk memberikan AAP kepada anggota yang sudah siap.

Setelah diberikan AAP oleh Kapolres, selanjutnya Kabag Ops memploting personil berdasarkan lokasi yang perlu diamankan dan langsung memerintahkan menuju ke tempat plotingan masing masing sesuai sprin.

Ploting Pam meliputi mako utama Polres Minahasa Tenggara dan kantor Satlantas/SatSabhara serta kantor Satreskrim.

3. Tidak lama kemudian datang rombongan masyarakat dari lingkar tambang Kecamatan Ratatotok menggunakan R4 dan R2.

Kemudian mereka langsung menuju kantor Satreskrim untuk membebaskan Pelaku Peti yang sedang diperiksa.

Kasat Reskrim selaku penanggung jawab Pam Kantor Reskrim mencoba menenangkan massa dan memberikan penjelasan bahwa para pelaku yang diamankan diperlakukan secara manusiawi, dan memastikan tidak adanya tindak penganiayaan seperti isu-isu yang sedang berkembang.

Karena massa sudah emosi dan tidak mendengarkan himbauan, kemudian Kasat Reskrim mengarahkan ke kantor Polres untuk mendengarkan penjelasan Kapolres.

4. Ternyata massa tidak hanya mengepung Kantor Satreskrim sebagian menuju Kantor Satlantas untuk mengambil paksa barang Bukti R2 yang disita, mengetahuai hal tersebut personil yang terploting langsung berupaya mencegah dan memberi pengertian.

Kasat Lantas selaku penanggung jawab Pam Kantor Lantas dan Sabhara menenangkan dan memberikan pengertian kepada massa untuk tidak berbuat anarkhis dan melawan hukum.

5. Setelah massa bergeser menuju mako Polres, diantara kerumunan massa itu muncul dua OTK langsung berusaha menyerang Kabag Ops yang sedang menenangkan massa dengan menggunakan parang.

Anggota Sabhara dan Opsnal Sat Reskrim yang siaga dan berada disamping Kabag Ops kemudian  menyuruh berhenti dan menaruh senjatanya ke lantai.

Namun himbauan tersebut tidak diindahkan oleh kedua OTK tersebut kemudian kedua OTK tersebut malah mengayunkan parang ke arah anggota  Opsnal Satreskrim dan Sabhara.

Melihat hal tersebut anggota Opsnal Sat Reskrim sebelumnya memberikan tembakan peringatan ke udara untuk menghentikan kedua OTK.

Namun tidak dihiraukan dan tetap akan  menyerang anggota sehingga oleh anggota  opsnal satreskrim dilakukan tembakan  untuk  melumpuhkan OTK tersebut.

Setelah dilumpuhkan, pelaku dan terjatuh tiba-tiba salah satu pelaku mengeluarkan Senpi dari pinggangnya dan mencoba untuk menembak anggota yang ada didekatnya.

Sehingga anggota melakukan tindakan tegas dan menembak pelaku secara spontan kearah dada sebelah kanan.

6. Setelah massa bisa dikendalikan dan pelaku penyerangan dievakuasi, selanjutnya massa diberikan arahan oleh Kapolres kemudian kembali ke tempatnya masing-masing.

Latihan tersebut, diakhiri dengan apel konsolidasi yang dipimpin oleh Kabag Ops.

(Hendra Usman)