BeritaManado.com – Berita Terkini dari Manado

Ternyata Ini Alasan Fogging Tidak Dapat Dilakukan Dengan Bebas dan Sembarangan

January 06
21:53 2019

Pelaksanaan fogging

Manado — Belakangan, media sosial diramaikan dengan permintaan bahkan desakan warga kepada pemerintah untuk melakukan fogging, mengingat penyakit demam berdarah sedang menghantui warga.

Tak sedikit juga warga yang kecewa karena hingga kini wilayahnya belum di-fogging padahal terdapat kasus demam berdarah.

Terkait hal ini, kepada BeritaManado.com, Kepala Dinas Kesehatan kota Manado dr Marini Kapoyos pun menjelaskan, fogging tidak bisa dilakukan sembarangan, tapi harus berdasarkan kasus atau kalau ada kasus Demam Berdarah Positif.

Fogging focus adalah pengasapan dengan fokus lokasi dalam radius tertentu. Fogging pun hanya bisa dilakukan jika di sebuah daerah ditemukan 1 kasus DHF atau lebih dari satu kasus DBD.

“Kalau ditemukan kasus, petugas akan melakukan penyelidikan epidemologi (PE) di lokasi dengan radius 100 meter karena nyamuk hanya bisa terbang maksimal 100 meter. Namun, pelaksanaan fogging focus tidak bisa dilakukan secara luas. Petugas hanya melakukan fogging dalam radius 200 meter, dilakukan dalam dua siklus selama satu minggu,” ujar Marini.

Lanjutnya, fogging juga akan dilakukan jika ditemukan angka bebas jentik di wilayah tersebut kurang dari 95 persen dan telah terjadi penularan penyakit DBD dari satu orang ke orang lain.

Marini pun menjelaskan, pemerintah melarang dilakukannya fogging focus terlalu sering karena dapat menimbulkan resistensi vektor atau nyamuk yang menularkan penyakit terhadap insektisida, pencemaran lingkungan, dan keracunan insektisida pada penduduk.

Ditegaskan, belum dilakukannya fogging bukan berarti daerah tersebut disepelekan, tapi mengingat fogging merupakan cara kimiawi sehingga mengandung efek samping bagi manusia, maka pelaksanaannya pun harus mengikuti aturan yang ada.

“Apabila hasil penyelidikan epidemologi di sebuah daerah belum memenuhi kriteria tersebut, fogging focus tidak akan dilakukan. Puskesmas akan menindaklanjuti dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pemberian abate, dan penyuluhan,”kata Marini.

(srisurya)

 

 

 

 

Ads




0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

12 + nine =