Manado – Bertaburannya spanduk-spanduk atau baliho ucapan selamat Paskah di kota Manad0, sontak sejenak Manado seperti kota yang tak beraturan karena dipenuh spanduk-spanduk.
Hal ini menuai kritik dari Taufik Tumbelaka selaku pengamat sosial kemasyarakatan sulawesi Utara. Tumbelaka kepada beritamanado mempertanyakan izin-izin dari setiap spanduk yang bertaburan di kota Manado ini.
“Seharusnya setiap orang memahami mekanismenya, jika menaruh atau mengantungkan spanduk ucapan apapun harus mengantongi ijin, minimal dari dinas tatakota,” papar Tumbelaka.
Lebih lanjut Tumbelaka menambahkan bahwa Manado kan katanya kota Model Ekowisata.
“Kan katanya Manado adalah kota model Ekowisata, yang nantinya menarik para wisatawan. Bukanya mempertontonkan kesemerawutan tentang hal-hal seperti itu,” lanjut Tumbelaka.
“Intinya ada kesadaran diri dari setiap instansi, organisasi, kelompok, atau perorangan yang hendak mengucapkan apapun lewat media spanduk atau baliho,” tutup Tumbelaka.(gn)

jang pilih tu orang yg cari popularitas melalui Hari Paskah. Itu Salib nda bisa dibayar deng dorang pe senyum di Baliho.
kenapa kita terlalu mudah mengkritik sesuatu yg dilakukan oleh saudara kita? tidakkah kita memiliki solusinya? seharusnya kepada mereka yg berkelebihan dan ingin mengenalkan dirinya atau keluarganya dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tarik manado yg katanya “ekowisata” -entah apa artinya. thanks.
shalom
Healahhh… kenapa harus gerah dgn ucapan2 Selamat Paskah ? cuma hal spt ini aja pake dikritik. Lagian plg tu spanduk ndak akan bertahan lebih dr sebulan. Coba tanya dlm hati, ada apa dgn yg suka protes ? Kalau tidak suka silahkan pindah tempat lain, gitu aja kog repot.
Cabu samua kong bakar tu baliho2… Dorang pasang2 baliho lantaran ada tujuan deng maksud. Dorang kira masyarakat msh bodok stou
yang pasang baliho ucapan utk hari raya keagamaan adalah orang2 “Parisi modern”, sok peduli dengan agama dan umat tapi sebenarnya punya maksud pribadi pencitraan untuk sesuatu tujuan politis, banyak dari mereka masuk gereja dan terlibat dikegiatan gerejawi juga jarang….