
Manado — Syalom Fidea Bella Vista Pakasi atau yang akrab disapa Syalom, lahir di Tomohon, 28 Juni 1999 dan berasal dari Desa Tanggari, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara.
Saat ini, Syalom sedang menempuh pendidikan di jurusan keperawatan Jiangsu Vocational Collage of Medicine di China sebagai utusan SMK Baramuli untuk mendapatkan beasiswa langsung dari pemerintah China khususnya Provinsi Jiangsu.
Putri dari pasangan suami istri Adri Pakasi dan Sandra Lentey ini pun harus terbiasa hidup sendiri di negara sebesar China dengan bahasa dan budaya yang tentu berbeda.

Kepada BeritaManado.com, hal tersebut dikatakan Syalom sebagai tantangan terbesar begitu tiba di China.
“Tantangan paling besar di China itu pas pertama kali sampe harus belajar bahasa mandarin, belajar beradaptasi dengan lingkungan dan budaya yang berbeda dan jauh dari orang tua serta harus mengatur keuangan dan kebutuhan sendiri,” ujar Syalom.
Tumbuh dan besar di Desa Tanggari, lantas menjadi motivasi tersendiri bagi Syalom untuk membuat keluarga dan desanya bangga dengan mencatat sejumlah prestasi baik di Kampus maupun di Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI
Syalom kini menjabat sebagai Ketua Ranting Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok di kota Yancheng, Jiangsu, China.
Anak ke empat dari lima bersaudara ini juga tergabung dalam komunitas yang dibentuk oleh Kemenpar yaitu Generasi Wonderful Indonesia (GenWI) Tiongkok dan menjabat sebagai Vice Leader GenWI Tiongkok Team Sulut.
Bersama PPI Tiongkok dan GenWI Tiongkok, Syalom dan teman-temannya aktif melakukan berbagai kegiatan, diantaranya mensosialisasikan program pendidikan untuk beasiswa, mempromosikan pariwisata Indonesia di China dan lainnya.

Hal tersebut seakan sejalan dengan filosofi hidup yang selama ini dipegang oleh Syalom, hingga dirinya boleh fokus dan menjadi gadis cantik yang membanggakan.
“Ada filosofi hidup yang selalu saya pegang, yaitu rencanakan apa yang akan dikerjakan dan kerjakan apa yang direncanakan. Dengan fokus dan berhasil semoga bisa memotivasi teman-temannya yang lain yang juga punya mimpi yang sama,” kata Syalom.
(sri surya)
