Lainnya

Sudah Makan Korban! ASKAB PSSI Minut Berang, Kontraktor Pembangunan SMPN 2 Airmadidi Buang Material ke Lapangan

Sudah Makan Korban! ASKAB PSSI Minut Berang, Kontraktor Pembangunan SMPN 2 Airmadidi Buang Material ke Lapangan
Kondisi lapangan yang menjadi lokasi pembuangan sisa material dampak pembangunan gedung SMPN 2 Airmadidi.

Minut, BeritaManado.com – Wakil Ketua ASKAB PSSI Minut William Luntungan geram dengan ulah kontraktor pengerjaan proyek pembangunan gedung SMPN 2 Airmadidi.

Apa pasal? Pihak kontraktor rupanya hanya membuang sisa material bangunan ke lapangan sepakbola yang ada di belakang sekolah.

Lapangan tersebut merupakan tanah milik Pemkab Minut yang sehari-hari digunakan masyarakat khususnya para atlet-atlet muda sepakbola untuk berlatih.

ADVERTISEMENT

“Sudah ada satu pengguna lapangan yang jadi korban karena menginjak material bangunan yang dibuang sembarangan di lapangan tersebut,” ujar William Luntungan, kepada BeritaManado.com, Selasa (27/6/2023).

Berdasarkan pantauan, material bangunan seperti kayu dan batu dibuang tepat di belakang gawang sepakbola.

Sementara sisa-sisa material berjatuhan di sepanjang pinggir lapangan.

Adapun rumput lapangan juga rusak dan berlumpur karena dilewati mobil truk pengangkut material sisa bangunan.

William meminta pihak pelaksana untuk mengangkat kembali sampah material tersebut karena sudah menganggu masyarakat.

“Sejumlah orang tua pemain sepakbola di seputaran Airmadidi juga mengeluhkan sikap kontraktor yang walaupun sudah ditegur masih saja membuang material proyek di lapangan bola ini. Saya mendesak agar pihak kontraktor secepatnya mengangkat material yang sudah memenuhi setengah lapangan sepak bola tersebut, juga perbaiki lapangan yang rumputnya sudah terlanjur rusak dilindas truk-truk pengangkut material,” tegas William Luntungan.

Berdasarkan papan proyek pembangunan rehabilitasi gedung SMPN 2 Airmadidi, terterah bahwa pelaksana proyek tersebut yaitu CV Tunas Calif.

Hingga berita ini naik, pihak perusahaan belum berhasil dihubungi.

(Finda Muhtar)