TAHUNA – Bupati kabupaten kepulauan Sangihe, Drs Winsulangi Salindeho, mengimbau, kepada seluruh warga perbatasan agar tanggap dan sensitive terhadap adanya radikalisme, dan ancaman terorisme yang semakin hari semakin mengancam keutuhan bangsa.
Himbauan ini disampaikan Salindeho, pada rapat koordinasi Bupati Kepulauan Sangihe dengan anggota forum koordinasi pimpinan daerah, camat, Lurah/kapitalaung se-Kabupaten Sangihe pada Selasa 10 Mei 2011 di balai Pertemuan Umum ( BPU) Tahuna.
“ Saya sebagai kepala daerah mengimbau kepada seluruh forum koordinasi pimpinan daerah serta warga masyarakat yang ada di kepulauan sangihe untuk sama- sama mewaspadai aliran radikalisme dan ancaman terorisme yang semakin hari mengorogoti keutuhan NKRI,” tegas Salindeho.
Bupati pilihan Rakyat ini juga memerintahkan kepada seluru camat, Lurah dan kaitalaung untuk mendata kembali warga dan khususnya anak sekolah dan mahasiswa yang ada diluar daerah dan menanyakan kepada orang tuanya apakah masih ada komunikasi, kalaupun sudah tidak ada komunikasi dengan siswa maupun mahasiswa tersebut agar secepatnya di telusuri dan dilaporkan kepada pihak berwajib untuk di selidiki keberadaannya.
Bahkan Bu Winsu sapaan akrab Salindeho, menegaskan agar mengaktifkan kembali sistim siskamling di setiap kampong untuk memproteksi warga luar daerah yang masuk dan warga secepatnya melapor apabila menemukan atau menerima informasi apabila ada oknum yang membawa ajaran yang menyimpang dari idelogi Pancasila.
”Cepat lapor kalau ada oknum yang menyatakan kalau pancasila itu tidak benar sesuai dengan ajaran agama atau ajaran agama sedang kita peluk itu tidak benar, cepat dilaporan ke pihak berwajib. Karena modus – modus seperti itulah sekelompok orang yang saat ini mengatasnamankan NNI atau jaringan teroris, ”ujarnya mengimbau.(gun)
