
Penulis: Mega Anggawirya Zas | DPRD Sulut
Polemik dugaan dugaan ‘transaksi jual beli’ dalam proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut) melalui Partai Demokrat terus menjadi sorotan.
Isu tersebut bahkan ikut menyita perhatian publik secara nasional. Namun, di tengah ramainya pemberitaan, Anggota DPRD Sulut dari Partai Demokrat Billy Lombok, memilih tidak banyak memberikan komentar.
Saat dikonfirmasi awak media dalam sebuah kesempatan doorstop, Billy hanya memberikan jawaban singkat.
“Ya nda tau, kok tanya saya,” ujar Billy.
Ketika kembali ditanya mengenai isu yang menyeret proses PAW di lingkungan Partai Demokrat Sulut, Billy juga tidak memberikan penjelasan panjang.
Ia justru menyebut Partai Demokrat sebagai partai modern yang menurutnya memiliki mekanisme untuk menguji kebenaran dugaan transaksi tersebut.
“Demokrat partai modern. Kalau ada transaksi kan tinggal konfirmasi bank. Kalau tidak, kita semua bersyukur,” katanya.
Billy kemudian memilih mengakhiri percakapan dan meminta awak media menanyakan persoalan tersebut kepada pihak lain.
“Sudah ya, sudah ya. Tanya ke orang lain saja,” ujarnya sembari berlalu.
Terjadi di Tengah Sorotan terhadap AHY
Polemik tersebut menjadi semakin menarik karena mencuat ketika Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tengah mendapat sorotan dan sambutan besar dalam agenda politik nasional.
Sementara itu, Risat Sanger Direktur Eksekutif Sulut Political Institute menilai, isu seperti ini berpotensi menjadi persoalan serius bagi citra partai apabila tidak segera dijelaskan secara terbuka.
“Secara gegap gempita AHY kita lihat sambutan. Kan malu apabila ada daerah kemudian kadernya diduga model seperti ini,” ujar dia.
Bahkan, lanjut Risat, dugaan semacam ini juga perlu ditelusuri secara serius untuk memastikan apakah persoalan tersebut merupakan kejadian baru atau justru memiliki akar yang sudah berlangsung sejak lama.
“Patut diduga mungkin telah terlaksana dari lama,” lanjutnya.
Meski demikian, hingga kini belum ada pembuktian yang memastikan adanya transaksi jual beli kursi PAW sebagaimana isu yang beredar.
