
Penulis: Alfrits Semen
Pantai Paal, Desa Marinsow, Likupang Timur, kembali menjadi pusat perhatian persiapan Likupang Tourism Festival (LTF) 2026.
Kekinian, Ketua Panitia LTF 2026, Samuel Ray Dondokambey, turun langsung mengecek kesiapan kawasan yang menjadi pusat kegiatan festival tersebut, Sabtu (15/8/2026).
Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan berbagai kebutuhan penyelenggaraan, mulai dari lokasi kegiatan, penataan area, fasilitas pendukung hingga kenyamanan pengunjung, dapat dipersiapkan secara matang.
Bagi Ray, kesiapan lokasi menjadi bagian penting dari kualitas sebuah event.

“Kami ingin memastikan dari sisi lokasi dan teknis semuanya benar-benar siap. LTF ini bukan hanya soal acara, tetapi bagaimana ketika masyarakat dan wisatawan datang mereka mendapatkan pengalaman yang baik, nyaman dan tentu berkesan,” ujar Ray.
Menurutnya, Pantai Paal memiliki posisi penting karena menjadi wajah utama LTF 2026.
Karena itu, kesiapan kawasan menjadi salah satu perhatian panitia dalam memastikan festival berjalan maksimal.
LTF tidak hanya ditargetkan menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, tetapi juga menjadi etalase yang memperlihatkan wajah Likupang kepada wisatawan.
Pantai Paal dipilih sebagai pusat kegiatan karena memiliki lanskap pesisir yang menjadi salah satu kekuatan utama destinasi wisata Likupang.
Dari lokasi ini, berbagai agenda festival akan dipadukan dengan potensi alam, budaya dan aktivitas wisata yang menjadi karakter kawasan.
LTF 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 21-23 Agustus 2026.
Penyelenggaraannya diarahkan tidak hanya untuk menarik wisatawan lokal, tetapi juga memperluas gaung Likupang ke pasar nasional.
Sejumlah agenda telah disiapkan untuk membuat LTF 2026 lebih berwarna.
Dari sisi budaya, pengunjung akan disuguhi pertunjukan beragam budaya Tonsea.
Sementara dari sektor sport tourism, banyak lomba menarik.
Ray sebelumnya menegaskan LTF 2026 ingin dikemas dengan konsep yang lebih segar dan inovatif.
Dampaknya pun diharapkan tidak berhenti pada promosi destinasi, tetapi ikut menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM dan usaha pariwisata di Likupang.
Karena itu, pengecekan langsung ke lokasi menjadi penting.
Setiap detail yang berkaitan dengan pelaksanaan festival perlu dipastikan agar agenda tiga hari tersebut berjalan lancar dan memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.
LTF sendiri sejak awal diarahkan sebagai instrumen untuk memperkuat posisi Likupang sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara juga terus mendorong agar festival tersebut memberi dampak nyata bagi promosi destinasi sekaligus perekonomian masyarakat.
