Lainnya

PLN Kembangkan Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan

PLN Kembangkan Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan

BeritaManado.com—PT PLN (Persero) berupaya terus menjaga keseimbangan aspek lingkungan hidup dan keekonomian operasional, termasuk di pembangkit batu bara yang dimiliki.

ISRS sendiri adalah sistem terdepan di dunia untuk mengukur dan memperbaiki kualitas sistem manajemen pada perusahaan agar dapat berjalan secara berkesinambungan khususnya pada aspek-aspek HSE (health Safety Environment). Sistem ini dikembangkan oleh DNV-GL sebagai institusi sertifikasi internasional Nowergia dan Jerman.

PLTU Lontar yang sudah beroperasi sejak 2012 lalu di Tangerang, Banten, terbilang unik. Menggunakan metode Co-firing, PLTU ini menggunakan biomassa berbasis enceng gondok dan sampah dalam baurannya dengan batu bara, sehingga turut menjawab masalah lingkungan di sekitar area operasinya.

ADVERTISEMENT

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengapresiasi kemenangan PLN dalam Coal Awards 2021. Dia berharap penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja secara nasional, regional maupun global.

“Serta mendukung promosi penggunaan batubara yang bersih lingkungan secara berkelanjutan di ASEAN,” ujarnya.

Sementara itu, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Agung Murdifi, menyampaikan terima kasih atas pengakuan terhadap operasi pembangkit milik PLN yang dinilai ramah lingkungan.

Agung menambahkan, ASEAN Coal Awards 2021 memberi motivasi lebih bagi PLN dalam meneruskan transformasi serta mendorong peningkatan energi bersih dalam bauran energi yang dimiliki. Pengumuman kemenangan 3 pembangkit PLN dilakukan oleh ASEAN Centre for Energy (ACE), melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dalam gelaran kali ini, PLTU Lontar 3×315 MW di bawah pengelolaan Anak Usaha PLN, PT Indonesia Power meraih juara pertama segmen daya 100-500 MW untuk kategori Best Practices in Clean Coal Use and Technology for Medium Scale Power Generation.

Penghargaan juga datang dari kategori lainnya. PLN meraih juara pertama pada segmen pembangkit di bawah 100 MW untuk kategori Best Practices in Clean Coal Use and Technology for Small Scale Power Generation. Penghargaan ini diraih Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Anggrek 2×25 MW di bawah Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (UIKL) Sulawesi, Unit Pelaksana Pengendali Pembangkit (UPDK) Gorontalo.

PLTU Anggrek 2×25 MW diresmikan operasinya oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa pada 15 Agustus 2020 lalu. Kehadirannya menyokong rasio elektrifikasi di Provinsi Gorontalo hingga berhasil mencapai 99,9 persen atau lebih lebih tinggi dari nasional sebesar 98,93 persen saat diresmikan. (***)