Manado – Masyarakat Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Minahasa Utara kecewa dengan proses pembebasan lahan pembangunan tol Manado-Bitung.
Kekecewaan warga terungkap pada pertemuan masyarakat bersama tim pembebasan lahan dari pemerintah provinsi dan Komisi 3 DPRD Sulut, Senin (8/6/2015).
“Kami menganggap pembangunan tol masih gelap karena sampai pertemuan kelima hari ini, pemerintah melalui tim pembebasan tidak bisa menjawab pertanyaan kami soal besaran pembebasan, konstruksi, AMDAL dan lain-lain”, tukas Piet Luntungan, warga Tumaluntung di kantor Desa Tumaluntung.
Ketua Komisi 3 Deprov Andrei Angouw meminta tim pembebasan lahan pro aktif serta transparan pada proses pembebasan. “Harus transparan untuk menghindar dari kesalahan”, tukas Angouw. (jerrypalohoon)
