Manado – Penebangan bakau serta pencurian ikan masih hiasi wilayah laut Taman Nasional Bunaken. Meski sudah belasan yang diproses hukum, belum ada efek jera bagi warga lainnya.
Sebagaimana informasi yang berhasil dihimpun wartawan beritamanado di wilayah pesisir Wori-Tongkaina, aktivitas seperti ini masih terjadi. Sayang, petugas Balai Taman Nasional Bunaken (BTNB) kalah cepat dengan pelaku pencurian dan penebangan. “Kegiatan perusakan lingkungan seperti ini masih saja terjadi,” ujar warga setempat.
Pelaku pencurian biasanya menggunakan kompresor yang kadang menggunakan potassium untuk menangkap ikan jenis tertentu menghuni sela-sela karang. Kadang juga mereka mencuri ikan hias. Pencurian bakau (mangrove) biasanya digunakan untuk kayu bakar atau dimanfaatkan untuk patok jala.
“Bila semua ini dibiarkan akan berdampak pada perusakan ekosistem pesisir pantai yang menjadi penyanggah daratan. Instansi terkait harus mengambil sikap terhadap persoalan ini,” harap mereka.
“Kalau perlu Dewan Pengelola Taman Nasional Bunaken juga lebih giat lagi dalam pengamanan perairan laut Taman Nasional Bunaken. Apalagi, sebagian besar hasil penjualan PIN untuk wisatawan dialokasikan untuk kegiatan konservasi.”
Sementara itu, Kepala Seksi Wilayah I BTNB Sulut Ferry Lumanauw yang dikonfirmasi wartawan baru-baru ini tak menampik aktivitas perusakan lingkungan tersebut. “Kami sudah beberapa kali memproses hukum perusak lingkungan. Hanya saja aktifitas seperti itu masih terjadi,” ujarnya. “Kami
kadang kalah cepat dengan pelaku pencurian dan penebang bakau.”
Hanya saja aktivitas perusakan lingkungan seperti ini sudah berangsur berkurang dibanding beberapa waktu lalu. Dia mencontohkan untuk pelaku pencurian ikan hias yang menggunakan kompresor. Beberapa waktu lalu marak terjadi. Biasanya menggunakan jasa penadah dan langsung menuju ke konsumen. “Sekarang sudah berkurang, jarang terjadi lagi. Mungkin stou dorang so mulai jera. Mereka biasanya warga luar Manado,” ujarnya.
Hanya saja Lumanaw tidak bisa memastikan apakah penadah ikan hias adalah warga Manado atau bukan. “Memang belum punya data untuk itu. Kami akan terus mencari tahu di mana lokasinya.” (IS)
