AMURANG– Meski sulit mendapat Minyak Tanah (MT), menariknya ternyata ada sejumlah oknum tertentu yang sering memanfaatkan kesempatan diatas. Buktinya, calo yang sering membeli MT dengan harga pangkalan atau HET kemudian dijualnya dengan harga yang sangat tinggi.
Pernyataan tersebut diutarakan sejumlah Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Amurang. Menurut mereka, disaat sulit ibu rumah tangga mendapatkan Minyak Tanah. Tapi herannya ada oknum-oknum tertentu yang melakukan penjualan Minyak Tanah dengan harga tidak wajar.
”Kami meminta Instansi Teknis, lebih khusus Kabag Adm Perekonomian untuk dapat berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Termasuk Pol PP agar supaya turun dan menindak tegas oknum penampung MT alias Calo tersebut. Bayangkan saja disaat kondisi MT dipangkalan dalam keadaan kosong. Bahan bakar itu sendiri bisa didapati dengan muda, tapi sayangnya harganya sangat tinggi, ”jelas Sanly Potabuga dan Hana Badar warga Amurang.
Selain itu, oknum calo tersebut tidak pernah kehabisan stock. Buktinya disaat MT langkah di Kabupaten Minsel. Para calo tidak pernah kehabisan stock. Jika kejadian ini, terus berlangsung di Kabupaten Minsel. Maka kelangkaan Minyak Tanah akan semakin menjadi kebutuhan warga akan MT itu sendiri tidak dapat teratasi.
” Untuk itu Instansi teknis dan pemerintah diminta untuk dapat berkoordinasi guna menertibkan para calo yang sering menampung MT dan menjualnya dengan harga tinggi, ” tamba Potabuga dan Badar.
Kepala Sat Pol PP Minsel Drs Nofriet Ransulangi ketika di konfirmasikan mengatakan, selaku instansi penegak Perda di Kabupaten Minsel, siap untuk melakukan penertiban berhubungan dengan penjualan MT yang terkesan tinggi. Tapi setidaknya pihaknya harus menunggu koordinasi dari Kabag Adm Perekonomian dan pihak kepolisian,” Intinya pihak Pol PP siap melakukan penertiban,”tegas Ransulangi, seraya menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan intansi teknis dan instansi terkait lainnya. (ape)
