BITUNG—Kepala Dinas Agribisnis dan Kehutanan Pemkot Bitung, Lusye Makawalag membantah jika penyebab matinya sejumlah ayam di wilayah Madidir Unet tepatnya di Lorong Union, Senin (5/9) malam lalu bukan karena virus H5N1 atau flu burung. Karena dari hasil observasi pihaknya dilapangan, tanda-tanda adanya virus flu burung tidak ditemui pada bangkai ayam yang dikabarkan mati karena virus tersebut.
“Kalau memang ayam-ayam tersebut mati karena virus H5N1 maka pasti ayam disekitar kompleks tersebut akan ikut mati semua, tapi kenyataannya hanya beberapa ekor saja yang meninggal dan ayam-ayam lain tetap hidup. Dan itu kami temui dilapangan,” kata Makalawang, Rabu (7/9).
Menurut Makalawang, dari pengamatan mereka dilapangan, kuat dugaan ayam-ayam tersebut mati kerana faktor cuaca yang berpengaruh pada ternak, termasuk unggas. Apalagi lokasi ditemukannya sejumlah ayam yang mati ada di seputaran pantai yang saat ini memang sementara angin Selatan yang diduga kuat menjadi penyebab matinya ayam-ayam tersebut.
“Saat inikan musim peralihan cuaca yang rentan dengan peyakit, apalagi ayam-ayam yang mati bebas berkeliaran dipemukiman yang jelas-jelas tidak dapat dikontrol apa saja yang dikonsumsi setiap hari. Dan jelas itu sangat berbahaya bagi kesehatan, apalagi saat ini lagi heboh-hebohnya penyebaran virus flu burung,” jelas Makalawang.
Pun demikian menurut Makalawang, pihaknya telah menggunakan desinfektan dikompleks tersebut untuk membunuh virus flu burung jika memang ada. Apalagi bubuk desinfektan efektif mematikan virus flu burung di lingkungan peternakan, pemukiman, rumah sakit dan tempat umum lain seperti sekolah.(en)
