Lainnya

Literasi Milenial Gelar Diskusi Bahas Pemuda Di Tengah Pandemi

Literasi Milenial Gelar Diskusi Bahas Pemuda Di Tengah Pandemi
Ist. Suasa Diskusi Daring Literasi Milenial



Manado, BeritaManado.com — Literasi Milenial Sulut (LMS) menggelar diskusi yang mengangkat topik “Di tengah pandemi pemuda harus berbuat apa?”

Diskusi ini merupakan seri ketiga dari tema Ditengah Pandemi dan menghadirkan Sekertaris Jenderal DPP KNPI, Jackson Kumaat yang digelar, Sabtu (9/5/2020), secara online

Dalam kesempatannya, Jackson Kumaat mengatakan saat ini dengan kegiatan yang berbasiskan digitalisasi pemuda lebih terdepan dari para generasi diatas mereka.

“Ini saatnya pemuda atau milenial memimpin para baby boomer atau generasi diatasnya karena semua sudah tanpa sengaja dipaksakan untuk paham digitalisasi yang sudah menjadi keseharian para kaum muda saat ini sedangkan masih ada generasi diatas yang belum paham atau baru belajar menggunakannya,” ujar Jackson.

Ia menambahkan bahwa pemuda harus memulai dari diri sendiri dan memulai dari apa yang ada disekitar yang bisa kita manfaatkan.

“Walau mereka bisa mengkarantina jasmani kita agar membatasi diri namun mereka tidak bisa mengkarantina ide gagasan anak muda, kekutannya ada disini berbuat saja dari apa yang ada dalam diri kita,” ujarnya.

Ketua Komisi Pemuda GMIM, dr Pricillia Tangel yang hadir juga sebagai pemnicara mengatakan virus ini membuat normalitas yang baru pada masyarakat.

“Pandemi Ini membentuk normalitas yang baru di tengah masyarakat, di mana karena kita tidak bisa berkumpul bersama sehingga semua hal dilakukan secara digital seperti saat ini kita diskusi menggunakan aplikasi online,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemuda harus berani mengambil peran dimana kekuatan dunia saat ini dipegang oleh pemuda dalam teknologi.

“Lakukan apa saja untuk mengisi ini, belajar pengetahuan yang baru, skill yang baru. Jika setelah pandemi ini kemudian kita tidak berkembang dan tidak ada yang bertambah dari kita maka itu sia-sia,” ujarnya.

Pengamat Sosial, Lidya Kandowangko MA, mengatakan ini era anak muda dimana segala sesuatu saat ini adalah yang dilakukan anak muda dalam kesehariannya.

“Yang belum biasa akhirnya harus membiasakan diri beradaptasi, dengan berusaha untuk bagaimana tetap bertahan dan berjuang dengan menguasai teknologi yang ada,” ungkapnya.

Aktivis Perempuan, Ria Watulingas SPd mengatakan sebagai aktivis sudah seharusnya disaat ini menjadi mitra pemerintah.

“Kita harus menjadi mitra pemerintah dalam menangkal hoax dan berita yang membuat masyarakat panik, namun tetap menjadi pengawas kebijakan pemerintah dan tetap mengikuti anjuran pemerintah,” ujar Sekertaris Cabang GMKI Tomohon ini.

Literasi Milenial Gelar Diskusi Bahas Pemuda Di Tengah Pandemi
Ist. Suasana Saat Diskusi


Hadir juga sebagai pembicara, wirausaha muda, Etsuko Paath yang mengatakan bahwa pemuda harus berani kembangkan diri.

“Kita harus kembangin diri lebih baik lagi, keluar dari zona nyaman namun tetap mengikuti anjuran pemerintah,” ujar owner Etsuko Kitchen ini.

Hadir pula dalam diskusi ini, Alter Imanuel yang memberikan masukan agar pemuda mampu melihat potensi diri, jangan ikut-ikutan.

“Kita diberikan bonus demografi yang diprediksikan pada tahun-tahun mendatang namun malah sekarang seperti dipercepat,” ujar Alter.

Penulis Muda Minahasa, Abraham Lintong MTh juga menyampaikan pemuda harus berbuat sesuatu yang kreatif dan inovatif serta harus konsisten menjalaninya.

“Kita harus melihat potensi diri sendiri, ke mana dan apa yang harus kita lakukan,” ujar Abraham saat pemaparan materi

Aktivis Sosial Minahasa Selatan, Paulo Kawatu SE mengatakan kesempatan ini menjadi pilihan pemuda dalam menentukan langkah kedepannya.

“Kita bisa memilih menjadi pemuda rebahan atau pemuda yang produktif, lakukan apa saja asal itu mempunyai manfaat seperti yang punya lahan bisa menanam atau bisa menulis dan lainnya,” ujarnya.

(Dedy Dagomes)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara