Manado – Konsumsi beras di Masyarakat Indonesia untuk tahun 2012 ini diharapkanmengalami penurunan. Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian menargetkan penurunannya bisa mencapai 1,5 persen setiap tahun hingga lima tahun.
“Penurunan beras ini dalam upaya menyukseskan program diversifikasi pangan terutama yang ingin dicapai yakni keberagaman konsumsi pangan, jadi tidak hanya terfokus pada beras,” kata Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Kementerian Pertanian Dr Ir Mei Rochjat Darmawiredja di sela Rakorwil TPID Sulampua di Manado.
Darmawiredja mengatakan, keberagaman konsumsi pangan yang paling penting yakni beragam, bergizi, berimbang dan aman, karena itu pangan non beras akan terus kita dorong dengan menurunkan tingkat konsumsi beras masyarakat 1,5 persen setiap tahun.
“Tahun lalu, berhasil diturunkan 139 ribu ton konsumsi beras, kami targetkan menurun terus sekitar 1,5 persen per tahun hingga lima tahun,” kata Darmawiredja.
Setelah lima tahun, program penurunan konsumsi beras akan terus dilakukan sampai dicapai level yang dinilai seimbang dengan produksi secara nasional.
Kebijakan penurunan konsumsi beras masyarakat Indonesia tersebut juga, kata Darmawiredja dalam upaya mendorong agar konsumsi pangan non beras yang sangat kaya di negeri ini, meningkat terus menerus.
Mendorong masyarakat lebih banyak mengkonsumsi pangan non beras, bukan berarti menghilangkan konsumsi beras sama sekali, tetapi mengisi dengan pangan yang berasal dari produksi lokal.
“Pangan lokal harus kita utamakan, jadi kita kurangi terutama pangan yang berasal dari luar negeri, ini sebagai bagian memberdayakan produksi pangan lokal,” kata Darmawiredja. (is)
