Tomohon, BM – Mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi letusan besar Gunung Lokon, maka Pemerintah Kota Tomohon sampai dengan saat ini telah menyiapkan 23 titik atau lokasi pengungsian.
Demikian salah satu poin yang dibahas dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Kota Tomohon bersama pihak terkait lainnya serta seluruh jajaran dan pejabat Eselon II Pemkot Tomohon bertempat media centre Badan Penanggulangan Bencana Kota Tomohon atau di kompleks Ex Rindam Tomohon.
Mewakili Plt Walikota Tomohon Asisten III Ir Ervins Liuw MSi menegaskan status siaga Gunung Lokon berlaku dari tanggal 24 April sampai 23 Mei 2012. Dalam rakor ini menurut Liuw pada prinsipnya membahas tetang upaya yang akan dilakukan apabila situasi memburuk, karena sampai saat ini aktivitas Gunung Lokon pasca letusan beberapa hari yang terus berfluktuasi dengan masih terjadinya gempa vulkanik yang terekam di bagian pengawasan Gunung Lokon. Disamping itu juga, membahas bagaimana langka-langka jika terjadi pengungsian bagi masyarakat yang berada di dekat Gunung Lokon.
Sementara dari Kementerian Sosial melalui Iyah K menyatakan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan bantuan tenaga sesuai dengan kapasitas pengungsi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan serta berkoordinasi dengan posko sosial di Kota Tomohon, Kemensos juga telah menyiapkan logistik-logistik yang diperlukan bagi para pengungsi.
Sedangkan Kapolres Tomohon AKBP Marlien Tawas SH MH mengatakan bahwa koordinasi lintas instansi adalah hal yang terpenting. “Mempersiapkan hal-hal yang menjadi tugas tiap instansi terkait persiapan sarana dan prasarana serta menyiapkan posko agar sistem dapat berjalan dengan baik. Sedangkan untuk anggota sudah ditempatkan bila memang keadaan memburuk atau jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Mereka akan mendata penduduk yang akan didahulukan untuk diungsikan seperti orang sakit, cacat, lanjut usia, anak-anak dan lainnya.
Hadir juga dalam acara tersebut perwakilan BNPB Pusat J Tambunan, perwakilan PBB-OCHA Nova Ratnanto, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Frans Sembel, serta wakil dari Dandim Minahasa. (iker)
