Hukum dan Kriminalitas

“Hukum Berat Pelaku Kejahatan”

“Banyak Pelaku Kejahatan Warga Pakowa dan Karombasan”

MANADO – Tindak kriminalitas di kota Manado akhir-akhir ini terus meningkat. Pencurian, perampokan, pemerkosaan hingga pembunuhan selalu menghiasi pemberitaan di media massa dan elektronik. Namun ada hal menarik dari setiap aksi kriminalitas ini, dimana banyak diantara para pelaku merupakan warga kelurahan Pakowa dan Karombasan yang notabene kampungnya orang nomor satu di Kota Manado, Walikota Vicky Lumentut.

Hal ini membuat keprihatinan kalangan masyarakat termasuk tokoh-tokoh pemuda di kota Manado. Salah-satunya, Ferry Malonda, tokoh pemuda gereja. Menurutnya, meski para pelaku kejahatan ini banyak yang tercatat sebagai warga Pakowa, Bumi Nyiur dan Karombasan, tidak serta merta Walikota Vicky Lumentut sebagai pihak yang bertanggung-jawab.

ADVERTISEMENT

“Kebetulan saja para pelaku kejahatan itu banyak yang berasal dari Pakowa dan Karombasan. Itu bukan semata-mata tanggung-jawab walikota, karena Pak Walikota itu pemimpin Kota Manado bukan hanya pemimpin di Pakowa dan Karombasan,” tukas Ferry, Senin (10/10) pagi.

Yang perlu diperhatikan menurut Ferry adalah faktor penegakan hukum. Para pelaku kejahatan harus dijatuhi hukuman setimpal sesuai perbuatan mereka. “Karena ternyata banyak diantara pelaku itu adalah pemain lama. Nah, jika hukumannya ringan, maka mereka (para pelaku) tidak pernah jerah. Jadi, pelaku kejahatan itu harus dihukum berat,” tambahnya.

Disisi lain, Ferry mengingatkan pihak kepolisian untuk bekerja maksimal dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat. Seperti rutin melakukan penjagaan dan patroli di lokasi-lokasi tertentu yang rawan aksi kriminalitas. Ketua KPR Bahtera Ranotana ini menujuk beberapa lokasi yang rawan kriminalitas, yakni kawasan Megamas, ruas Bethesda, Sam Ratulangi dan beberapa lokasi lainnya.

Diketahui, kota Manado baru saja digegerkan aksi kejahatan pemerkosaan yang terjadi Sabtu (8/10) dini hari. Korban seorang gadis berusia 19 tahun, diculik di jalan Bethesda. Korban diseret ke satu rumah kost di kelurahan Karombasan Selatan, kemudian diperkosa oleh pelaku yang berjumlah 4 orang. Kasus ini sedang dalam penanganan pihak kepolisian. (jry)