MANADO – Isu suap sejumlah Rp 20 miliar terhadap hakim Mahkamah Kostitusi ditanggapi biasa-biasa calon Walikota Manado dari Partai Golkar, Hanny Joost Pajouw (HJP).
HJP berujar jika isu itu dikaitkan dengan pecalonan dirinya adalah sangat tidak logis.
“Saya kira ini adalah pernyataan dari orang-rang yang tidak ingin demokrasi berjalan baik di Manado. Kalau tujuannya ke saya, sungguh sangat tidak logis. Kemenangan kami di MK karena Doa dan Puasa serta dukungan masyarakat,” ujar HJP kepada beritamanado, Selasa (21/09).
