Lainnya

Harga Anjlok, Petani Bunga Ini Tetap Bersyukur

Harga Anjlok, Petani Bunga Ini Tetap Bersyukur
Stenly Palit saat panen bunga pesanan pembeli

Tomohon, BeritaManado.com — Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) memang menyentuh hingga ke semua aspek kehidupan masyarakat, tak terkecuali petani bunga yang ada di Kota Tomohon.

Sejak diberlakukannya kebijakan Social Distancing dan Physical Distancing karena adanya wabah COVID-19, sektor ekonomi pun turut terkena dampak, dimana harga sejumlah komoditi pertanian mengalami penurunan harga, termasuk bunga.

Menurut salah satu petani, untuk kenis bunga Aster saja yang biasa dijual seharga Rp. 2.500 per pohon, kini tidak lagi demikian, karena sepinya permintaan dari konsumen.

Adanya himbauan untuk tidak berkumpul, ternyata membuat tingkat permintaan bunga di kalangan petani menurun drastis.

Kepada BeritaManado.com, Selasa (5/5/2020), jika tidak ada COVID-19, setiap minggu pasti permintaannya lumayan bagus, karena biasanya digunakan untuk mendekorasi gereja, acara syukuran serta hajatan Pemkot Tomohon.

“Situasi itu berubah karena adanya COVID-19. Saya menanam bunga di kebun dengan maksud untuk bisa mendapatkan hasil yang baik, akan tetapi kenyataan saat ini tidak demikian. Beberapa hari lalui ada pesanan sebanyak 100 pohon dengan harga Rp. 1.000 per pohon dan hari ini ada yang dihargai Rp. 500 per pohon,” ungkap Stenly Palit, salah satu petani bunga.

Ditambahkannya, situasi itu tetap disyukurinya bersama istri dan anak-anak yang memang tinggal di kebun dan untuk menopang ekonomi keluarga, dirinya berencana untuk menanam komoditi sayur-sayuran yang usia panennya hanya sekitar satu bulan.

“Bagi saya ini bukan masa untuk mengeluh terhadap keadaan yang dialami, namun sebaliknya disyukuri saja karena masa darurat COVID-19 ini pasti akan berlalu. Kami percaya ada masanya petani di kota ini akan mneikmati hasil dari kerja keras saat ini,” harapnya.

(Frangki Wullur)

ADVERTISEMENT