
Penulis: Mega Anggawirya Zas | Manado
Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sulawesi Utara mulai memanaskan kembali mesin politiknya menghadapi tahapan Pemilu 2029.
Target besar pun dipasang. Hanura Sulut membidik terbentuknya satu fraksi di 100 persen kabupaten/kota di Sulut.
Target tersebut ditegaskan Ketua DPD Hanura Sulut, Apriano Ade Saerang saat membuka dan memimpin Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD-DPC Hanura Sulut di Hotel Divack, Manado, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Apriano, Rakorda menjadi momentum penting bagi kepengurusan DPD Hanura Sulut yang baru berusia sekitar tiga bulan untuk menguji sekaligus mengevaluasi kerja politik yang telah dilakukan, khususnya dalam membangun struktur organisasi.
“Rakorda ini bermula dari terbentuknya pengurus DPD Sulut yang terbilang baru karena baru tiga bulan. Dengan keberanian yang sangat, kami menguji apa yang menjadi kerja politik DPD dalam rangka pembentukan struktur,” kata Apriano.
Ia menjelaskan, kesiapan struktur menjadi salah satu kunci utama bagi Hanura untuk menghadapi Pemilu mendatang. Karena itu, Rakorda dimanfaatkan untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan DPC di seluruh Sulut.
Secara faktual, kata dia, struktur DPC di Sulut telah terbentuk 100 persen. Namun, masih diperlukan pengecekan dari sisi administrasi agar seluruh struktur benar-benar siap menghadapi tahapan verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Partai wajib mengikuti pemilu. Untuk DPD 100 persen dan DPC secara Sulut juga 100 persen, meskipun secara nasional 75 persen. PAC secara nasional 50 persen, namun kami targetkan 100 persen,” tegasnya.
Bagi Hanura Sulut, target tersebut bukan sekadar memenuhi persyaratan organisasi. Konsolidasi struktur diarahkan untuk menjadi fondasi kerja politik dalam merebut kembali kekuatan partai di daerah.
Apriano bahkan menegaskan, DPD Hanura Sulut akan mengambil langkah strategis dengan menargetkan 100 persen kabupaten/kota memiliki satu fraksi Hanura.
“Dalam Rakor ini juga, kami DPD akan menetapkan akan mengambil alih kabupaten/kota dengan target 100 persen satu fraksi. Ini wajib kami lakukan mengingat Hanura adalah partai besar dan di Sulut hanya beristirahat sedikit,” ujarnya.
Ia menegaskan, Hanura tidak ingin terus berada dalam posisi pasif. Momentum konsolidasi saat ini menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali kekuatan politik Hanura di Sulut.
“Sekarang kami coba bagaimana mesin panas ini dipanaskan kembali,” katanya.
Selain konsolidasi struktur DPD, DPC dan PAC, Rakorda juga menjadi momentum pemberian mandat kepada organisasi sayap (orsap) Hanura untuk mulai bergerak lebih leluasa dalam melakukan kerja-kerja politik.
Apriano mengatakan, meski kepengurusan orsap telah terbentuk, secara resmi mandat untuk bekerja baru diberikan dalam Rakorda tersebut.
“Pengurus sudah terbentuk, tetapi baru hari ini mereka resmi memegang mandat dan mereka akan bekerja untuk menarik simpati masyarakat Sulut dalam kerja-kerja politik untuk memenangkan Partai Hanura,” jelasnya.
Seluruh langkah tersebut, lanjut Apriano, diarahkan pada satu agenda besar, yakni memastikan Hanura Sulut memiliki struktur yang kuat, kepemimpinan yang solid dan mesin politik yang mampu bergerak hingga ke tingkat bawah.
Tema Rakorda pun menegaskan arah tersebut: ‘Kuat Struktur, Kuat Kepemimpinan dan Solid Bergerak Menuju Verifikasi KPU 2027’.
Dengan struktur yang sedang diperkuat dan target politik yang mulai dipatok, Hanura Sulut kini mencoba mengubah konsolidasi organisasi menjadi kekuatan elektoral menghadapi pertarungan politik mendatang.
