Berita Utama

Dari Makam Maria Walanda Maramis, Joune Ganda Bicara tentang Perjuangan yang Belum Selesai

Dari Makam Maria Walanda Maramis, Joune Ganda Bicara tentang Perjuangan yang Belum Selesai
Joune Ganda memberikan keterangan seusai melakukan ziarah dan tabur bunga di makam Maria Walanda Maramis di Desa Maumbi, Minahasa Utara, dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (15/8/2026). Foto: BeritaManado

Penulis: Alfrits Semen

Bagi Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, Maria Walanda Maramis, bukan sekadar nama yang tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa.

Ia melihat sosok pahlawan nasional itu sebagai teladan tentang pentingnya peran perempuan dalam membentuk generasi.

Pandangan tersebut disampaikan Joune Ganda seusai melakukan ziarah dan tabur bunga di makam Maria Walanda Maramis di Desa Maumbi, Minahasa Utara, dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (15/8/2026).

“Beliau ini adalah pahlawan nasional, tokoh perempuan yang mengangkat bagaimana peran perempuan dalam mendidik anak, khususnya memberi pendidikan yang terbaik,” kata Joune Ganda.

Menurut Joune, keteladanan Maria Walanda Maramis perlu kembali dihidupkan, terutama dalam melihat tanggung jawab orang tua dalam membentuk karakter anak.

Ia menilai perjuangan mengisi kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik atau kebijakan pemerintah.

Pendidikan di dalam keluarga, kata dia, menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia.

“Keteladanan itu perlu kita bangkitkan kembali dan terus-menerus. Tanggung jawab orang tua, khususnya para ibu, dalam memberikan pengabdian diri untuk mengawal dan menjaga keluarga,” ujar Joune.

Ia menekankan pendidikan anak tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik.

Budi pekerti dan karakter, menurutnya, harus menjadi bagian dari proses tersebut.

Anak-anak yang mendapatkan pendidikan dan pembentukan karakter yang baik sejak keluarga, kata Joune, akan memiliki bekal untuk melanjutkan perjuangan pembangunan bangsa.

“Dididik yang terbaik, budi pekerti yang baik, sehingga ini akan menjadi modal bagi perjuangan ke depan mengisi kemerdekaan,” katanya.

Joune mengatakan anak-anak merupakan sumber daya manusia yang akan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, peran orang tua, terutama ibu, tidak dapat dilepaskan dari upaya menyiapkan generasi penerus.

“Menjadikan anak-anak ini menjadi anak-anak yang berguna bagi bangsa dan negara, merupakan sumber daya manusia yang hebat,” ujar dia.

Ziarah ke makam Maria Walanda Maramis dilakukan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan jajaran pemerintah daerah sebagai bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan.

Joune Ganda melakukan penghormatan dan tabur bunga di makam tokoh perempuan tersebut.

Bagi Joune, penghormatan itu juga menjadi kesempatan untuk kembali melihat makna perjuangan Maria Walanda Maramis dari konteks kehidupan saat ini.

“Kami Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara bersama seluruh masyarakat menghormati dan melihat bahwa Ibu Maria Walanda Maramis adalah tokoh perempuan yang sudah memberikan karya baktinya yang terbaik bagi bangsa ini,” kata Joune.