Lainnya

Covid di India, Indonesia Kebobolan

“Yang ‘ramai’ itu di fasilitas-fasilitas kesehatan, sedangkan di tempat lain, apalagi sedang lockdown, kondisinya sepi dan lalu lintas sangat terbatas,” ungkap Hanafi.

Meskipun demikian, masyarakat relatif tidak kesulitan untuk mendapatkan bahan pokok, makanan, obat-obatan, lantaran layanan pengantaran (delivery) masih diizinkan.

“Itu yang membuat masyarakat lebih tenang,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Bagaimana nasib WNI yang tinggal di India?
Di India, ada 750 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja dan sekolah. Menurut catatan KBRI di New Delhi, mereka tersebar di 18 negara bagian.

KBRI sudah dan terus “membangun komunikasi” dengan mereka melalui whatsapp group atau zoom. “Kami juga bahkan kontak satu per satu untuk memonitor kondisi mereka,” ujarnya.

Dalam proses itulah, KBRI menyebarkan informasi yang “perlu mereka ketahui” serta “himbauan”.

Dari komunikasi itulah, KBRI memperoleh laporan ada ada 29 WNI yang positif terpapar virus corona. Mereka saat ini sedang menjalani isolasi mandiri.

“Tapi mungkin angkanya sudah turun, ada satu atau dua sudah sembuh hari ini (Selasa, 27 April 2021),” tambah Hanafi.

Tinggal di rumah sampai ‘badai berlalu’
Ditanya apakah KBRI di New Delhi menggali informasi dari para WNI yang tertular virus itu perihal bagaimana mereka tertular, Hanafi mengaku sudah melakukannya.

Menurutnya, sebagian WNI yang terpapar mengaku “tidak terlalu paham” di mana, kapan dan bagaimana mereka tertular.

“Tiba-tiba saja merasa tidak enak badan, atau baru ketahuan setelah kantornya melakukan PCR,” ungkapnya. “Tapi mereka tidak tahu di mana terpaparnya.”

“Karena dari angka yang begitu tinggi [yang tertular covid] di India, kekuranghati-hatian sedikit pun kita bisa terpapar,” ujarnya.

Hanafi mengaku “mengurung diri” di rumah agar tidak tertular infeksi ini. Hal ini sejalan dengan kebijakan KBRI di New Delhi yang sudah memutuskan agar semua bekerja dari rumah.

KBRI juga menyarankan agar semua warga Indonesia yang tinggal di India agar tinggal di rumah dulu “sampai badai ini berlalu”, katanya.

(Alfrits Semen)