Manado – Data base yang dimiliki oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Manado masih kurang.
“Saya rasa, masih kurang, untuk data base pariwisata yang ada di kota Manado ini”, ujar Prof Yuji Arakaki menggunakan bahasa Indonesia belum terlalu lancar.
“Dari Jepang saya coba mencari dari internet pre-data (data-data awal) yang saya butuhkan, ternyata belum lengkap dan sekarang juga setelah langsung ambil dari dinas masih kurang juga,” tukasnya mengangguk-angguk sambil tertawa.
Menurut Arakaki, biasanya kalau di negaranya data base tersebut ada. “Jadi memudahkan bagi orang yang ingin melakukan penelitian, karena sudah ada data awal terlebih dahulu. Selain menyingkat waktu juga menghemat biaya,” tutur Profesor dari Meio University ini, saat mengambil data awal untuk mendukung penelitiannya tentang “Ekotourism di Sulawesi Utara” beberapa waktu yang lalu. (cha)
