MANADO – Remaja ABG asal Ranomut sebut saja Mawar (14), yang telah melapor ke Polsek Tuminting atas dugaan tindak pemerkosaan yang dilakukan tiga pemuda mulai terkuak faktanya. Kapolsek Tuminting AKP Nanang mengakui kalau kasus yang pernah diberitakan sebelumnya adalah kasus pemerkosaan ternyata bukan. Menurut Kapolsek, apa yang dilayangkan JK ternyata bukan kasus perkosaan seperti pengakuannya. “Itu bukan kasus perkosaan,” ujar Nanang, siang tadi.
Pernyataan Kapolsek didukung dengan bukti hasil visum et repertum RS Bhayangkara. Menurutnya, sebelumnya oleh Kanit Reskrim Polsek Tuminting, Ipda Constantin Samuri, hasil robekan selaput merupakan robekan lama. Bekas suntikan bius seperti yang sebelumnya diakui korban pun tidak terungkap. 10 Juli lalu, JK melapor diperkosa sejumlah pemuda setelah sebelumnya dibius dengan suntikan.
Sebelumnya, remaja ABG asal Ranomut sebut saja Mawar (14) akhirnya melapor ke Polsek Tuminting atas dugaan tindak pemerkosaan yang dilakukan tiga pemuda. Mawar mengaku di Polresta Manado dibius menggunakan gorengan tahu, belakangan pengakuannya berubah. Ia disuntik menggunakan sejenis cairan membuatnya pingsan, oleh pria berinisial YD, di lapangan Maasing lingkungan IV, Kamis (7/7) lalu.
Saat disuntik korban ditahan oleh dua pemuda lain. Setelah sadar, saat hampir pagi, ia baru tahu telah diperkosa karena alat vitalnya terasa sakit dan mengeluarkan bercak darah.
Menurut gadis yang berstatus siswi satu SMP ini, awal mula kasus itu saat ia kenalan dengan seorang pemuda di mobil mikrolet, berinisial YD, namun pengakuannya, pemuda itu mengaku bernama Iven. Dia menceritakan, ketika itu naik mobil mikrolet dari Ranomut menuju pasar 45, kemudian lanjut naik mobil ke arah Tuminting. Di mobil mikrolet jurusan Tuminting ia bertemu dengan YD.
YD awalnya duduk di depan, menemani sopir, namun saat ia naik, YD pindah ke kursi belakang. Bersama YD, ia keliling mencari kerabat Mawar di Tuminting kendati belakangan tak sempat bertemu kerabatnya. Keduanya berpisah sekitar pukul 19.00 Wita. Mawar kemudian diturunkan di depan gapura lorong masuk depan kuburan Maasing. Dari situ Mawar ketemu lagi dengan pemuda bernama Ilham. Keduanya akrab bercakap-cakap, hingga pukul 22.00 Wita. Mawar kemudian ikut ke lapangan Maasing.
Dari situ, Mawar kembali bertemu YD. Kata Mawar, ia dibujuk minum minuman keras. Sekitar pukul 23.00 Wita, YD membawa Mawar ke sebuah pohon Mangga, di pohon itu, ia dan YD saling bermesraan. Setelah itu, Mawar ditinggal sendiri sedangkan YD pergi begitu saja menggunakan sepeda motor. Mawar pun kembali ke tempat berkumpul dengan pemuda-pemuda lain di ujung lapangan. Sekitar tengah malam Mawar kembali bertemu YD.
Kamis (7/7) sekitar pukul 01.00 Wita, Mawar kembali dibawa dengan sepeda motor, namun ia dibawa ke pohon pisang di sisi lapangan.
Kata Mawar, disitulah ia diduga diperkosa, dua teman YD yang tak ia kenal, menahan tangannya, sedangkan YD menyuntik cairan ke lengan kirinya.
Setelah itu Mawar tak tahu kelanjutannya, karena mengaku pingsan. Sekitar pukul 05.00 Wita, ia sadar telah diperkosa, alat vitalnya sakit, dan mengeluarkan darah. (is)
