Bitung –
Pertarungan pemilihan walikota Bitung kini mulai memakan korban. Buktinya, salah satu wakil ketua DPC Partai Demokrat Bitung Ronny Boham mengomentari aksi dari ketua DPC Partai Demokrat Hanny Ruru yang telah meloloskan salah satu calon Walikota di partai demokrat tanpa melalui mekanisme pendaftaran. “Saya sangat keberatan dengan tindakan dari ketua Partai Demokrat Hanny Ruru yang telah meloloskan calon Walikota Max J Lomban sebagai calon dari Partai Demokrat padahal beliau tidak mendaftar di Partai Demokrat,” kata Boham yang juga adalah legislator Bitung ini.
Dirinya menyebutkan kalau dirinya tidak mempersoalkan pak Lomban, namun yang dipersoalkannya adalah tindakan dari ketua DPC Demokrat Bitung. “Pendaftaran sudah ditutup pada kamis pekan lalu tapi ada calon yang tidak mendaftar namun saat ini namanya sudah keluar sebagai bakal calon,” kata Boham lagi seraya menyebutkan siapa saja yang punya keinginan mendaftar di partainya, bisa memakluminya asalkan melalui prosedur yang ada.
Dia menuding jika Ruru tidak demokratis dan mengacuhkan kenerja dari panitia pendaftaran. “Panitia pendaftaran sudah bekerja dengan baik dan prosedural, namun ketua kami sepertinya inprosedural dalam bekerja sehingga saya nilai jika seperti ini tidak perlu ada panitia dan silahkan ketua bekerja sendiri saja,” kata Boham.
Sementara itu, ketua DPC Partai Demokrat Bitung Hanny Ruru menyebutkan kalau apa yang diungkapkan Ruru tersebut adalah salah, sebab sampai saat ini penutupan pendaftaran di partai Demokrat belum ditutup. “Pendaftaran di partai demokrat sampai saat ini belum ditutup sehingga siapa saja bisa mendaftar silahkan, persoalan nama pak Lomban itu sudah saya datakan sebab beliau sudah bicara kepada saya via telepon jika dirinya akan mendaftarkan diri di Demokrat, kalaupun sebab pihak DPD yang meminta nama siapa saja yang mendaftar maupun yang akan mendaftar namanya dimasukan, sehingga saya masukan nama-nama yang akan mendaftar termasuk pak Lomban,” kata Hanny Ruru.
Diapun menyebutkan jika yang didatakan ini barulah yang mendaftar. “Tapi untuk penjaringan akan dilakukan oleh 6 orang yang terdiri dari 2 orang dari DPP, 2 orang dari DPD dan 2 orang dari DPC yang disebut dengan tim pilkada,” kata Ruru seraya menyebutkan kalau sebagai ketua partai Demokrat dirinya menyebutkan kalau ada 3 point besar kebijakan partainya. Yang pertama jika pendaftaran calon walikota dan Wakil Walikota Bitung sampai saat ini belum ditutup dan terbuka untuk umum, yang kedua prioritas calon Walikota Bitung adalah Hengky Honandar. “Ketiga jika Hengky Honandar terganjal undang-undang maka partai demokrat Bitung akan mencari calon Walikota yang paripurna,” kata Ruru.
Sementara itu, salah satu praktisi partai Demokrat Bitung Piter Manusama saat dikonfirmasi soal kubu-kubuan di partai Demokrat Bitung menjelaskan hingga saat ini SK untuk pilkada belum turun karena SBY saat ini sementara melakukan persiapan ke Beijing. “Kemungkinan pulang dari Beijing baru SK tersebut ditandatangani,” kata salah satu orang penting saat kongres di Demokrat di Surabaya lalu
