
Manado – Suksesi Rektor Universitas Sam Ratulangi tinggal menghitung hari lagi. Namun berbagai polemik yang terjadi di internal Perguruan Tinggi (PT) yang menjadi kebanggaan masyarakat nyiur malambai ini tak kunjung terminimalisir.
Lihat saja permasalahan terus menerpa kampus yang namanya diambil dari tokoh Sulut DR. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi. Mulai dari kasus punggutan liar di lingkungan Fakultas Hukum, sengketa penggusuran rumah dinas (rudis) dosen, kejanggalan dalam pengesahan statuta baru yang sampai saat ini masih berpolemik, hingga kasus sengketa tanah untuk pelebaran jalan yang kemarin baru disidangkan di Pengadilan Negeri Manado.
Permasalahan inipun senter dihubung-hubungkan dengan pemilihan Rektor (pilrek) periode 2012-2016 yang rencananya memulai penjaringannya pada tanggal 14 Februari 2012.
Terkait dengan permasalahan tersebut, beritamanado menanyakan tanggapan Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. DR. Donald Rumokoy, SH MH terkait berbagai spekulasi yang bermunculan. Rektorpun dengan elegan memberikan tanggapan. Dikatakannya bahwa saat ini kita harus fokus untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kita semua perlu menyadari bahwa keberadaan kita di institusi/kampus ini yaitu mengimplementasikan tiga tugas pokok kita yaitu tri dharma perguruan tinggi. Melaksanakan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian,” kata Prof. Donald sapaan akrabnya kepada beritamanado.
Prof. Donald yang merupakan mantan Dekan Fakultas Hukum ini kemudian menambahkan, untuk berbagai permasalahan yang sementara terjadi janganlah dikait-kaitkan dengan pilrek.
“Sangat tidak cerdas apabila kita mengkait-kaitkan setiap permasalahan yang ada dengan pemilihan rektor, apalagi statuta yang dipolemikan oleh beberapa orang yang katanya untuk kepentingan pilrek. Pemikiran seperti itu adalah pemikiran yang kurang cerdas. Statuta baru diadakan karena memang kebutuhan universitas ini,” lanjut Prof. Donald sambil melayangkan senyuman kepada wartawan beritamanado. (gn)
